Home / Berita Utama / Pengemudi Ojol Menuntut Keadilan atas Kematian Affan

Pengemudi Ojol Menuntut Keadilan atas Kematian Affan

armedia.news | Jakarta, 29 Agustus 2025 — Ribuan pengemudi ojek online (Ojol) memadati kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, sejak Kamis malam, menuntut keadilan atas kematian rekan mereka, Affan Kurniawan. Affan tewas dalam insiden tragis saat demonstrasi di Pejompongan, yang melibatkan kendaraan taktis milik Brimob. Aksi solidaritas ini berubah menjadi gelombang kemarahan yang mengguncang pusat ibu kota.

Affan, 27 tahun, dilaporkan terlindas kendaraan berat milik aparat saat massa Ojol melakukan protes terkait kebijakan transportasi daring yang dianggap merugikan. Rekaman video yang beredar menunjukkan Affan Kurniawan terjatuh di tengah kerumunan sebelum kendaraan melintas tanpa berhenti. Komunitas Ojol menilai tindakan aparat tidak manusiawi dan menuntut pertanggungjawaban.

Malam itu, sekitar pukul 22.00 WIB, ribuan pengemudi Ojol dari berbagai wilayah Jabodetabek berkumpul di depan Mako Brimob Kwitang. Mereka mengenakan jaket hijau, membawa spanduk bertuliskan “Keadilan untuk Affan” dan “Kami Bukan Musuh Negara”. Jalan Usman Harun lumpuh total. Polisi membentuk barikade dan menyiagakan pasukan anti huru-hara.

Ketegangan meningkat menjelang dini hari. Massa membakar pos polisi di bawah flyover Senen dan merusak fasilitas umum. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Beberapa pengemudi Ojol mengalami luka akibat bentrokan. Mobil-mobil yang terparkir di sekitar lokasi dibakar dan dirusak. Warga sekitar panik dan memilih mengungsi sementara.

Komunitas Ojol menyampaikan tiga tuntutan utama: pengusutan tuntas kematian Affan secara transparan, penindakan terhadap anggota Brimob yang terlibat, dan perlindungan hukum bagi pengemudi Ojol dalam menyampaikan aspirasi. Pihak kepolisian menyatakan telah menahan tujuh anggota Brimob untuk diperiksa oleh Divisi Propam dan Kompolnas. Namun, massa menilai langkah itu belum cukup dan menuntut proses hukum yang terbuka untuk publik.

Hingga Jumat pagi, massa masih bertahan di sekitar Mako Brimob. Suasana mencekam, namun terkendali. Beberapa perwakilan Ojol telah diterima oleh pejabat kepolisian untuk berdialog, namun hasilnya belum diumumkan. Kematian Affan telah menjadi simbol ketidakadilan yang dirasakan oleh ribuan pengemudi Ojol. Mereka bukan hanya menuntut keadilan untuk satu nyawa, tetapi juga pengakuan atas eksistensi dan hak mereka sebagai bagian dari sistem transportasi nasional.

Baca juga :  TMMD Ke-126 Kodim 0608/Cianjur Ubah Wajah Desa Wangunjaya Jadi Lebih Maju

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga :  Insiden Tewasnya Affan Kurniawan: Pemerintah Minta Evaluasi Humanis, Polri Didesak Transparan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler