Home / Peristiwa / Ribuan Pengemudi Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan, Tuntutan Keadilan Belum Reda

Ribuan Pengemudi Ojol Iringi Pemakaman Affan Kurniawan, Tuntutan Keadilan Belum Reda

armedia.news | Jakarta — Suasana haru dan solidaritas menyelimuti kawasan Menteng hingga TPU Karet Bivak, Jumat pagi (29/8/2025), saat ribuan pengemudi ojek online (Ojol) mengiringi jenazah Affan Kurniawan menuju peristirahatan terakhir. Affan, yang tewas dalam insiden tragis saat demonstrasi di Pejompongan, menjadi simbol kemarahan dan kesedihan komunitas Ojol yang merasa diperlakukan tidak adil oleh aparat.

Jenazah disalatkan di rumah duka di Jalan Blora, Menteng, sebelum diberangkatkan dengan ambulans menuju pemakaman. Tanpa komando formal, ratusan pengemudi Ojol langsung membentuk barisan, mengawal kendaraan jenazah dengan tertib. Mereka mengenakan jaket hijau, sebagian membawa bunga, dan banyak yang menunduk dalam diam. Tidak ada teriakan, tidak ada provokasi—hanya kesedihan yang menyatu dalam iring-iringan panjang yang melintasi jalanan ibu kota.

Baca juga :  Tiga Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cisumdawu, Sumedang
Suasana pemakaman Ojol Affan Kurniawan yang tewas dilindas mobil rantis brimob

Di TPU Karet Bivak, suasana semakin emosional. Beberapa pengemudi tampak menangis saat jenazah diturunkan. Doa-doa dipanjatkan, dan tuntutan keadilan kembali disuarakan, kali ini dengan nada lebih lirih namun tak kalah tegas. “Kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan,” ujar salah satu pengemudi yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden yang menewaskan Affan. Dalam pernyataan tertulisnya, ia menyebut, “Saya sangat menyesali terhadap insiden yang terjadi, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas peristiwa ini.” Ia juga berjanji bahwa proses investigasi akan dilakukan secara transparan dan bahwa seluruh biaya pemakaman akan ditanggung oleh pihak kepolisian.

Jenazah Affan kini telah dimakamkan, namun gelombang protes belum sepenuhnya reda. Massa masih bertahan di sekitar Mako Brimob Kwitang, dan tuntutan atas transparansi serta akuntabilitas aparat terus bergema. Affan mungkin telah pergi, tetapi namanya kini menjadi simbol perjuangan komunitas Ojol yang menuntut pengakuan, perlindungan, dan keadilan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler