SUKABUMI – Namanya terdengar nyeleneh, tetapi gerakannya menyasar persoalan nyata di tengah masyarakat. Komunitas Bagong Mogok (BM) hadir sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak membantu warga yang membutuhkan, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni hingga bantuan sembako.
Komunitas yang lahir di Cianjur pada 2015 itu kini menjalankan berbagai aksi sosial di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sukabumi. Salah satunya ditunjukkan melalui peresmian dan serah terima kunci rumah layak huni serta bantuan sembako kepada warga di Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis (8/10/2027).
Ketua Umum Komunitas Bagong Mogok, AKBP Purn. H. Hilman Muslim, mengatakan komunitas tersebut sejak awal dibangun dengan satu fokus utama, yakni kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Bagong Mogok ini satu komunitas perkumpulan sosial, kegiatan kita pure sosial. Kita membantu yang membutuhkan, kita ikut membantu orang susah. Kita tidak berafiliasi dengan politik dan lain sebagainya,” kata Hilman.
Menurut Hilman, Bagong Mogok didirikan oleh sejumlah tokoh Polri, di antaranya Irjen Pol. H. Asep Guntur Rahayu dan Irjen Pol. Prof. Dr. H. Herry Heryawan. Ia dipercaya sebagai Ketua Umum komunitas tersebut.
Dari Bedah Rumah hingga Bantuan Sembako
Aksi sosial Bagong Mogok tidak hanya berupa pemberian bantuan langsung. Komunitas ini juga menggarap berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kegiatannya antara lain renovasi rumah tidak layak huni atau rutilahu, pembangunan jembatan, pembangunan dan bantuan sarana ibadah, hingga rumah tahfiz.
Di bidang bantuan langsung, Bagong Mogok juga melakukan pembagian sembako, santunan anak yatim, pemasangan penerangan jalan serta kegiatan bakti sosial di pondok pesantren.
Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan secara ekonomi maupun terdampak kondisi tertentu.
Kenapa Namanya Bagong Mogok?
Nama Bagong Mogok ternyata bukan dipilih tanpa alasan. Hilman menjelaskan, istilah tersebut memiliki filosofi tentang keberanian untuk bertindak ketika berada dalam kondisi terdesak.
Menurutnya, Bagong Mogok merupakan analogi dari babi hutan yang ketika diburu dan berada dalam kondisi terjepit akan berusaha menerjang apa pun yang ada di hadapannya.
“Semangat inilah yang ingin kita ambil, artinya semangat nekatnya inilah yang ingin kita ambil. Kita punya slogan ‘Satekah polah ngabela nu susah’,” ujar Hilman.
Slogan tersebut bermakna berusaha semampu tenaga untuk membela atau membantu orang yang sedang mengalami kesusahan.
Dengan filosofi itu, kata Hilman, “nekat” yang dimaksud bukan tindakan tanpa perhitungan, melainkan keberanian untuk turun tangan ketika melihat masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Kita Hanya Sedang Mencoba Berbuat Kebaikan”
Hilman juga menjelaskan alasan komunitasnya menggunakan simbol bagong yang bagi sebagian masyarakat mungkin dianggap tidak lazim.
Menurut dia, pemilihan simbol tersebut justru menjadi pengingat agar para anggota komunitas tidak merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain.
“Kita ini manusia pada dasarnya bukan orang baik-baik. Saya bukan orang baik-baik. Kita hanya kebetulan saat ini aib kita belum dibukakan Tuhan,” tuturnya.
Ia menambahkan, manusia seharusnya tidak mudah merasa paling baik karena setiap orang memiliki kekurangan masing-masing.
“Jadi kita ini bukan orang baik-baik, tapi kita hanya orang yang sedang mencoba berbuat kebaikan,” kata Hilman.
Pesan tersebut menjadi salah satu filosofi yang dibawa Bagong Mogok dalam menjalankan kegiatan sosialnya.
Bagi komunitas ini, aksi membantu warga bukan sekadar soal memberikan bantuan, tetapi juga bagaimana memastikan kepedulian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dari Cianjur sejak 2015 hingga berbagai kegiatan sosial di daerah lain, Bagong Mogok membawa satu semangat yang terus mereka gaungkan: “Satekah polah ngabela nu susah”—berusaha semampu tenaga untuk membantu mereka yang sedang kesusahan.
Redaksi: Mia Marliani
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


