Final berlangsung di Gedung Lodakara, Kota Bandung, usung misi mencari bibit atlet esports muda untuk Indonesia.
BANDUNG – Ajang Kapolda Esports Cup Jawa Barat 2026 resmi mencapai puncaknya setelah berlangsung selama tiga hari. Babak final digelar di The Grand Lodakara Hall berlokasi di Jl. Cicendo No.29, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Minggu (12/7/2026), sekaligus menentukan tiga tim terbaik yang akan mewakili Jawa Barat pada Kapolri Esport Cup 2026 di Jakarta.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus babak kualifikasi menuju Kapolri Esports Cup yang akan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta.
Ketua Event Organizer, Christian Suryadi, menjelaskan bahwa Kapolda Esports Cup menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian talenta muda esport dari seluruh Jawa Barat.
“Sebelum menuju Kapolri Cup, seluruh Polres menggelar kualifikasi. Dari 23 Polres di Jawa Barat, juara pertama dan kedua dikirim ke tingkat Polda untuk memperebutkan tiket ke tingkat nasional,” ujarnya.
Dari proses seleksi tersebut, sebanyak 32 tim terbaik bertanding di tingkat provinsi. Jawa Barat memperoleh tiga slot untuk tampil di Kapolri Esports Cup, sehingga tiga tim terbaik hasil final berhak menjadi wakil provinsi di tingkat nasional.
Christian mengatakan kompetisi ini terbuka bagi masyarakat umum dengan syarat peserta bukan atlet profesional yang pernah berlaga di liga resmi publisher game.
Menurutnya, pembatasan tersebut bertujuan memberi kesempatan bagi pemain amatir berbakat agar memiliki panggung untuk berkembang dan menembus level nasional.
Peserta yang diperbolehkan mengikuti kompetisi berusia 16 tahun ke atas, sesuai standar pembinaan federasi esport Indonesia. Rentang usia tersebut dinilai sebagai masa terbaik untuk membentuk kemampuan teknis, mental bertanding, serta mempersiapkan atlet menuju ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade Esports di masa mendatang.
Selama pertandingan, panitia menghadirkan panggung berstandar kompetisi profesional dengan tata cahaya, sistem suara, dan fasilitas pertandingan yang dirancang menyerupai turnamen internasional. Hal itu diharapkan mampu membangun mental para atlet muda sejak dini.
Christian menegaskan bahwa esports kini bukan lagi sekadar permainan, melainkan cabang olahraga prestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
“Esports adalah perjuangan. Ini panggung anak-anak muda Indonesia untuk mengibarkan Merah Putih. Mereka harus disiplin, mampu bekerja sama, memiliki komunikasi yang baik, dan tetap menjaga pendidikan agar berjalan seimbang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Polda Jawa Barat yang menerjunkan sekitar 80 personel sebagai panitia demi memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman dan lancar.
Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa esports semakin diminati generasi muda dan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Jawa Barat.
Kapolda Esports Cup diharapkan menjadi agenda pembinaan berkelanjutan. Apabila Kapolri Esports Cup kembali digelar pada tahun mendatang, ajang tingkat Polda juga diproyeksikan kembali menjadi pintu seleksi atlet-atlet esports terbaik menuju kompetisi nasional.
Redaksi: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


