armedia.news | Jakarta – Keterlambatan pencairan Beasiswa Wawonii Cerdas (BWC) kembali menuai kritik dari mahasiswa. Reski Anandar, mahasiswa asal Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan, menyuarakan kekecewaannya terhadap lambannya realisasi program beasiswa yang sejatinya menjadi program unggulan Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan.
Menurut Reski, sejak tahun 2021 hingga saat ini, proses pencairan beasiswa tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Keterlambatan yang terjadi secara berulang tiap tahun dinilai mengganggu keberlangsungan studi mahasiswa penerima beasiswa.
“Ini jadi pertanyaan besar bagi kami para mahasiswa. Kenapa selalu terlambat? Padahal ini program andalan pemerintah daerah,” ungkap Reski kepada Armedia.news, Sabtu (26/7/2025).
Ia juga menyoroti peran Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) yang dianggap memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola program tersebut.
“Kalau tidak bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik, lebih baik diganti saja. Ini bukan hal kecil, ini menyangkut masa depan mahasiswa,” tegasnya.
Reski mengusulkan agar pemerintah membuat sistem informasi yang lebih terbuka, misalnya melalui website resmi yang dapat diakses oleh seluruh penerima beasiswa. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman informasi yang selama ini sering terjadi.
“Selama ini mahasiswa hanya dapat informasi dari panitia di kecamatan masing-masing, dan itu sering berbeda-beda. Akhirnya muncul kebingungan. Kalau ada satu website resmi yang menampilkan progres pencairan secara real time, semua bisa lebih transparan dan akuntabel,” sarannya.
Reski berharap Pemda Konawe Kepulauan dapat segera mengevaluasi tata kelola beasiswa BWC dan meningkatkan kualitas pelayanan, agar tujuan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa penerima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



