Home / Berita Utama / Pekerjaan Saluran Air Program P3-TGAI Di Desa Plasah Patut Dipertanyakan Spesifikasinya

Pekerjaan Saluran Air Program P3-TGAI Di Desa Plasah Patut Dipertanyakan Spesifikasinya

Sampang- armedia.news ll proyek pembangunan saluran air Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGAI) Desa Plasah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, patut dipertanyakan Spesifikasinya.

Proyek yang terdiri dari program P3-TGAI yang dikerjakan oleh pelaksana P3A Harapan Jaya, dengan memakai Sumber Dana (APBN) TA 2024 Nilai Kegiatan 195 juta. Proyek saluran irigasi Program P3-TGAI adalah program swakelola atau dapat karya tunai dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Pasalnya proyek tersebut pengerjaannya terkesan asal jadi, proyek yang terletak di dusun buje’en desa plasah tersebut menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian dengan perencanaan teknis.

Jum’at 25-10-2024 dalam pantauan awak media menemukan sejumlah kejanggalan dalam metode pelaksanaan proyek irigasi tersebut, salah satu indikasi yang menjadi perhatian adalah pemasangan batu dipasang tanpa galian dasar dan tanpa diberi dudu’kan terlebih dahulu, selain itu juga materialnya diduga menggunakan campuran batu putih atau batu Padas,

Baca juga :  Bripda Tiara Linvianny, Inspirasi Kaum Muda yang Bersinar di Media Sosial dan Dunia Nyata

Menurut keterangan warga setempat yang tak mau disebutkan namanya saat ditanya oleh media ini, mengatakan bahwa ketua pelaksananya adalah (Munawar) mantan kadesnya sendiri “ucap warga sekitar.

Sementara mantan kades tersebut belum bisa memberikan keterangan kepada awak media karna akses jarak terlalu jauh bahkan mantan kades tersebut menurut keterangan warga Munawar bertempat tinggal di sekitar Modung Bangkalan,

Progam pekerjaan proyek P3-TGAI ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas irigasi perdesaan, dengan melibatkan partisipasi langsung dari masyarakat petani, hingga meningkatkan dan mengangkat perekonomian masyarakat, namun ini sebaliknya, proyek tersebut kesannya diduga hanya untuk mencari keuntungan semata.

Dengan adanya kejadian ini berharap kepada APH dan pihak dinas PPK instansi terkait harus menindak dengan tegas, bagi Oknum Cv atau pelaksana yang bermain-main dengan anggaran uang negara.

Baca juga :  Tol Pejagan Malam Ini: Arus Kendaraan Padat, Sistem Rekayasa Lalu Lintas Jadi Kunci Kelancaran

Sehingga dalam satu minggu ini, Jum’at 01-11-2024 meskipun mantan kades tersebut mempunyai no. Watshapp anggota media ini, melalui kiriman dari salah satu anggota LSM (Layanan Swadaya Masyarakat) yang berada di wilayah kecamatan sreseh, kabupaten sampang, sampai saat ini mantan kades tersebut juga tak ada respon atau kontak klarifikasi melalui pesan atau telpon sehingga berita ini ditayangkan,

(Tim).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler