Home / Berita Utama / Perlawanan dan Kesaksian Warga Mengadang Korporasi Tambang Nikel di Wawonii

Perlawanan dan Kesaksian Warga Mengadang Korporasi Tambang Nikel di Wawonii

Armedia.news — Jakarta, 11 Mei 2026 — Konawe Kepulauan — Aktivitas pertambangan nikel di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan publik. Warga setempat mengaku kecewa dan marah atas keberadaan perusahaan tambang yang dinilai telah merampas ruang hidup masyarakat serta mengancam keberlangsungan lingkungan di pulau kecil tersebut.

Pulau Wawonii yang memiliki luas sekitar 715 kilometer persegi dianggap tidak layak untuk aktivitas pertambangan berskala besar. Warga menilai operasi tambang di pulau kecil bertentangan dengan semangat perlindungan lingkungan hidup dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Sejumlah kesaksian warga menyebutkan bahwa dampak tambang mulai dirasakan secara nyata, terutama terhadap sumber air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Air sungai yang sebelumnya jernih kini berubah keruh diduga akibat lumpur bekas aktivitas pengerukan nikel. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Baca juga :  Wamenpar Sambut Kedatangan Kapal Pesiar ‘Anthem of the Seas’ ke Bali

Tidak hanya itu, beberapa warga juga mengeluhkan munculnya gangguan kesehatan pada kulit yang diduga dipicu oleh tercemarnya sumber air di wilayah tersebut. Situasi ini memperlihatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa pengawasan ketat dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat lokal.

Ketua Umum Front Mahasiswa Melawan Korupsi (FMMK), Muh Zul Fian, mengecam keras aktivitas pertambangan yang dinilai telah mengabaikan keselamatan lingkungan dan hak hidup masyarakat Wawonii.

Menurutnya, negara tidak boleh tutup mata terhadap penderitaan warga yang selama ini mempertahankan tanah dan sumber kehidupannya dari ancaman korporasi tambang.

“Pulau kecil seperti Wawonii seharusnya dilindungi, bukan justru dijadikan ruang eksploitasi tambang yang merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. Kami mendesak pemerintah pusat, aparat penegak hukum, dan seluruh pihak terkait untuk segera mengevaluasi aktivitas pertambangan di Wawonii,” tegas Muh Zul Fian.

Baca juga :  Polri Minta Maaf Soal Rekayasa Lalin Selama Kunjungan Paus Fransiskus

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan masyarakat Wawonii merupakan bentuk perlawanan rakyat dalam mempertahankan hak atas lingkungan hidup yang sehat dan layak. Karena itu, suara warga harus didengar dan dijadikan perhatian serius oleh pemerintah.

Front Mahasiswa Melawan Korupsi menyatakan akan terus mengawal persoalan tambang di Wawonii serta mendorong adanya penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran lingkungan maupun pelanggaran aturan pertambangan di wilayah tersebut.

“Jangan sampai kepentingan investasi mengorbankan masa depan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup di Pulau Wawonii,” tutupnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler