Home / Productivity / Pidi Baiq Bawa Semangat Dilan ke Bandung World Cinema 2026, Siapkan Panggung Sinema Dunia di Kota Kembang

Pidi Baiq Bawa Semangat Dilan ke Bandung World Cinema 2026, Siapkan Panggung Sinema Dunia di Kota Kembang

BANDUNG — Nama Pidi Baiq kembali muncul dalam sebuah gerakan kreatif di Kota Bandung. Seniman multitalenta yang dikenal luas sebagai penulis seri novel Dilan, musisi, budayawan, sekaligus pendiri The Panasdalam, turut berada di balik lahirnya Bandung World Cinema (BWC) 2026.

Pidi Baiq menghadiri konferensi pers festival film perdana Bandung World Cinema 2026. Dalam perhelatan tersebut, ia dipercaya sebagai salah satu penggagas sekaligus Steering Committee BWC 2026.

Kehadiran Pidi menambah warna tersendiri dalam festival yang membawa ratusan film dari berbagai negara ke Kota Bandung. BWC 2026 menjadi ruang baru untuk mempertemukan penonton, sineas, mahasiswa, komunitas film hingga pelaku industri kreatif.

Festival ini merupakan ekstensi dari Jakarta World Cinema dan akan menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk 120 karya yang telah meraih penghargaan dari berbagai festival film internasional.

Pidi Baiq: Bandung dan Seni Bercerita Punya Ikatan Kuat

Bagi Pidi Baiq, Bandung bukan sekadar lokasi penyelenggaraan festival. Kota ini memiliki ekosistem kreatif dan komunitas yang lekat dengan seni, musik, sastra hingga film.

Karena itu, Bandung World Cinema diharapkan tidak berhenti sebagai ajang menonton film, tetapi berkembang menjadi ruang perjumpaan dan apresiasi bagi masyarakat.

“Bandung itu kota yang romantis, menyenangkan, dan punya ikatan batin yang kuat dengan seni bercerita,” ujar Pidi Baiq dalam konferensi pers BWC 2026.

Menurutnya, festival tersebut ingin menghadirkan suasana yang lebih dekat dengan masyarakat. Mahasiswa, pembuat film, komunitas hingga penonton umum dapat berkumpul dan menikmati karya sinema secara bersama-sama.

Baca juga :  Dari Latihan Panas-panasan hingga Berdiri Tegap di Hotel Mewah, Perjuangan Paskibra Bandung Tuai Kebanggaan

“Festival ini bukan cuma soal nonton film bagus, tapi ini adalah ruang ‘nongkrong’ bareng,” katanya.

Dari Bandung untuk Menikmati Sinema Dunia

Bandung World Cinema 2026 dijadwalkan berlangsung secara hybrid.

Pemutaran daring melalui KlikFilm berlangsung 31 Oktober hingga 21 November 2026, sedangkan pemutaran luring digelar di CGV Paris Van Java Bandung pada 14–21 November 2026.

Berbagai film dari sejumlah negara akan mengisi festival tersebut. Beberapa di antaranya merupakan karya yang mendapatkan penghargaan di festival internasional bergengsi.

BWC juga menyiapkan program In Conversation With pada 15–19 November 2026. Program ini menjadi ruang diskusi antara pelaku perfilman, sineas muda dan komunitas film mengenai proses kreatif serta perkembangan industri.

Pidi Baiq dan Misi Regenerasi Filmmaker Bandung

Tidak hanya membawa film internasional, BWC 2026 juga memberikan ruang kepada filmmaker lokal.

Tiga film pendek karya filmmaker Bandung masuk dalam rangkaian program festival. Kehadiran karya lokal tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang regenerasi bagi pembuat film generasi baru.

BWC berharap film-film pendek tersebut dapat menjadi pijakan bagi para filmmaker muda untuk berkembang dan menghasilkan karya film panjang di masa depan.

Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi jendela untuk melihat sinema dunia, tetapi juga menjadi panggung bagi talenta Bandung untuk memperkenalkan karyanya.

Baca juga :  Halal Bihalal FORMI 2014–2019 Digelar di Waduk Saguling, Pererat Silaturahmi Anggota

Puncaknya, Sinema Hadir di Balai Kota Bandung

Semangat membawa film lebih dekat kepada masyarakat akan mencapai puncaknya melalui Open Air Cinema di Taman Balai Kota Bandung pada 21 November 2026.

Konsep layar terbuka tersebut akan menampilkan kompilasi film pendek karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung.

Malam itu juga akan diisi pemutaran film klasik restorasi Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail, salah satu karya penting dalam sejarah perfilman Indonesia.

Bagi Bandung, kehadiran Bandung World Cinema menjadi momentum untuk mempertemukan sejarah panjang budaya kreatif kota dengan perkembangan sinema dunia.

Dengan Pidi Baiq sebagai salah satu penggagas dan Steering Committee, BWC 2026 diharapkan menjadi ruang berkumpulnya energi kreatif baru sekaligus memperkuat ekosistem perfilman Bandung.

Bandung World Cinema 2026 bukan hanya menghadirkan film dari berbagai penjuru dunia, tetapi juga membuka panggung bagi Bandung untuk menunjukkan bahwa Kota Kembang tetap menjadi salah satu rumah penting bagi kreativitas, seni bercerita dan lahirnya talenta baru perfilman Indonesia.

Red: Mia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler

error: Content is protected !!