BANDUNG – Paguyuban Cepot Motah Indonesia (PCMI) akan menggelar Pagelaran Seni Budaya Sunda Nusantara pada Juli-Agustus 2026 di Bandung. Kegiatan ini digagas sebagai bukti komitmen PCMI dalam melestarikan budaya Sunda sekaligus mempersatukan budaya se-Nusantara.
Ketua Umum PCMI Tommy Subagja atau Pangeran Astrajingga menyebut acara ini akan lebih besar dari Parukuyan yang digagas Abah Iyon. “Nanti ada penca silat, debus, angklung, jaipongan, wayang, dan seni budaya lain dari Jawa Barat serta luar Jabar,” kata Tommy saat diwawancarai, Selasa (28/4/2026).
Tommy menegaskan PCMI akan mengundang perwakilan daerah, tokoh seni budaya, hingga raja-raja Nusantara. Tujuannya mempererat silaturahmi, menjaga persatuan NKRI, dan mengukuhkan budaya daerah sebagai warisan nasional. “Mudah-mudahan setiap daerah bisa kirim perwakilan. Ini untuk mewakili semua yang ada di Jabar dan se-Nusantara,” ujarnya.
Didampingi Ketum ASPAK Jabar Yayan, Pangeran Astrajingga menjelaskan PCMI bukan ormas, melainkan wadah silaturahmi yang menyatukan komunitas motor, ormas, dan LSM. “Di Cepot Motah ada beberapa organisasi. Kita kolaborasi biar Jawa Barat lebih istimewa dan populer,” kata Tommy.
PCMI berharap pemerintah dan stakeholder mendukung acara ini. Menurut Tommy, selama ini PCMI konsisten mendukung program pemerintah di bidang sosial dan budaya. “Apalagi kita kembangkan dan kukuhkan sebagai warisan budaya daerah dan nasional. Di Jabar banyak seni budaya yang harus kita munculkan,” tegasnya.
Paguyuban Cepot Motah Indonesia didirikan oleh Tommy Subagja untuk mempererat silaturahmi barudak ngora Sunda, mencegah konflik, dan menciptakan Bandung yang kondusif lewat kegiatan positif dan aksi sosial.
Mau saya bikinin versi press release 1 halaman atau caption pendek buat pamflet acaranya juga bisa.
**Red: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



