Home / Peristiwa / Tak Lagi Angker: Rindam Siliwangi Pecah Stigma, Gemakan Tawa 1.000 Santri di Siliwangi Camp 2026

Tak Lagi Angker: Rindam Siliwangi Pecah Stigma, Gemakan Tawa 1.000 Santri di Siliwangi Camp 2026

KOTA BANDUNG — Komandan Rindam III/Siliwangi Brigadir Jenderal TNI Bagus Budi Adrianto berharap seribu santri peserta Siliwangi Camp 2026 menjadi kader bela negara yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi tantangan bangsa.

Hal itu disampaikan Brigjen Bagus saat mengawal langsung jalannya SSC 2026 di Markas Komando Rindam III/Siliwangi, Jalan Menado, Kota Bandung, Sabtu 18 April 2026. Kegiatan ini merupakan arahan Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih.

Kesan angker dan kaku yang selama ini melekat pada institusi militer seketika luruh. Kompleks Rindam justru dipenuhi gelak tawa dan antusiasme seribu santri dari berbagai pelosok Jawa Barat dan Banten. Program ini memadukan kedisiplinan militer dengan pendekatan humanis.

“Memasuki hari kedua yang merupakan hari inti, jadwal para peserta terasa begitu padat sejak fajar hingga tengah malam menyapa. Rangkaian pembekalan mental, fisik, dan wawasan kebangsaan ini dimulai dengan keheningan ibadah malam seperti salat tahajud yang disambung dengan salat subuh berjemaah,” ucap Danrindam kepada awak media di lokasi kegiatan.

Baca juga :  Bencana Longsor Terjadi Di Kaki Gunung Burangrang Kab. Bandung Barat

Jenderal bintang satu itu memastikan seluruh santri dalam kondisi sehat, penuh semangat, dan mampu beradaptasi dengan cuaca Kota Bandung. Dari pengamatan selama kegiatan, sejumlah santri bahkan menunjukkan minat melanjutkan karier di bidang militer, baik TNI maupun Kepolisian.

Meski belum ada jalur khusus bagi santri, Brigjen Bagus menilai kemampuan tambahan mereka jadi nilai tambah penting dalam seleksi. Penguasaan bahasa asing seperti Arab dan Inggris, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta kedisiplinan tinggi adalah modal besar yang tidak dimiliki semua calon.

Baca juga :  Ada Kecelakaan di Sekitarmu? Simak Aturan dan Anjuran dari Ditlantas Polda Jatim

Program pembinaan ini merupakan inisiatif berkelanjutan untuk mencetak generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman. Mulai dari bencana alam, krisis pangan, hingga ancaman keamanan nasional. Kegiatan serupa direncanakan terus berlanjut secara bertahap pada angkatan berikutnya sepanjang tahun.

Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan berkelanjutan, para santri diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga punya kontribusi nyata menjaga ketahanan dan kedaulatan bangsa.

**Red: Mia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler