KABUPATEN SUKABUMI – Kabar gembira bagi para penarik becak di Kabupaten Sukabumi! Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto tiba di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026). Bantuan ini diharapkan menjadi angin segar bagi para penarik becak, terutama warga lanjut usia, sekaligus mendorong pengembangan kawasan wisata di Sukabumi.
Kedatangan bantuan tersebut dikawal langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sukabumi yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, S.H., B.B.A. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Tak hanya 100 unit yang telah tiba, Kabupaten Sukabumi juga mendapat kabar mengenai rencana penambahan 200 unit becak listrik berikutnya. Jika terealisasi, bantuan tersebut akan memperluas jangkauan program bagi para penarik becak di sejumlah wilayah strategis.
Yudha Sukmagara: Bantuan Becak Listrik Ini Bukan dari APBN
Yudha Sukmagara mengaku bangga dan terharu atas bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para penarik becak yang selama ini mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
Menurut Yudha, bantuan tersebut disalurkan melalui yayasan yang didirikan Presiden Prabowo Subianto dan bukan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Saya sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto karena ini pemberian dari Yayasan Pak Prabowo. Yayasan ini cenderung membantu dan memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat yang kesulitan,” ujar Yudha.
Ia menegaskan, bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban para penarik becak sekaligus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Ini tidak memakai anggaran APBN, tidak memakai anggaran negara, tapi murni memakai anggaran yayasan yang diwujudkan Pak Prabowo untuk masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Harga Satu Unit Rp23 Juta, Penarik Becak Tak Perlu Lagi Membayar Sewa
Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah nilai setiap unit becak listrik yang diperkirakan mencapai Rp23 juta.
Seluruh unit tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada penerima yang memenuhi kriteria. Dengan demikian, para penarik becak diharapkan tidak lagi terbebani biaya sewa becak seperti yang selama ini dialami sebagian pekerja.
Yudha menjelaskan, biaya operasional becak listrik juga relatif terjangkau.
Menurut keterangannya, pengisian daya listrik sekitar Rp1.500 dapat digunakan selama tiga hingga empat hari, bergantung pada pemakaian.
“Hanya Rp1.500 bisa dipakai selama 3-4 hari. Uang sewa beralih menjadi pembayaran listrik. Ini konsep yang luar biasa,” jelasnya.
Dengan biaya operasional yang lebih hemat, para penarik becak diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Selain membantu secara ekonomi, penggunaan becak listrik juga berpotensi mengurangi beban fisik para penarik becak yang setiap hari bekerja mengandalkan tenaga manusia.
Bupati Sukabumi Siapkan Asuransi dan Pos Pengisian Daya
Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan becak listrik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Yudha mengungkapkan, Bupati Sukabumi menyambut baik program tersebut. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga berencana mengasuransikan becak listrik yang disalurkan agar penerima memperoleh perlindungan apabila terjadi risiko kehilangan atau kerusakan sesuai ketentuan asuransi.
Selain itu, Pemkab Sukabumi akan berkoordinasi dengan PT PLN untuk menyiapkan titik pengisian daya di lokasi-lokasi strategis.
Tempat pengisian daya tersebut direncanakan berada di kawasan yang menjadi titik mangkal penarik becak, pusat perdagangan, pasar, serta kawasan wisata.
“Kita ingin tempat-tempat wisata dipenuhi becak listrik, juga di pusat keramaian seperti pasar. Ini akan menjadi ikon baru,” kata Yudha.
Rencana ini diharapkan dapat mendukung mobilitas wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Jika penempatan dan pengelolaannya berjalan optimal, becak listrik berpotensi menjadi salah satu moda transportasi alternatif yang mendukung aktivitas wisata di Kabupaten Sukabumi.
Pendataan Penerima Diperketat, Lansia Jadi Prioritas
Agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, proses pendataan calon penerima akan dilakukan secara selektif.
Menurut Yudha, pendataan diperkirakan berlangsung selama satu hingga dua minggu. Prioritas diberikan kepada penarik becak yang sudah lanjut usia serta mereka yang selama ini masih menggunakan becak konvensional dengan mengandalkan tenaga fisik.
Langkah tersebut diharapkan memastikan bantuan tidak sekadar menjadi program pengadaan kendaraan, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kecil.
Ketepatan sasaran menjadi faktor penting agar becak listrik dapat digunakan untuk menunjang mata pencaharian penerima, bukan sekadar menjadi fasilitas tanpa pemanfaatan yang optimal.
GSN Tak Hanya Salurkan Becak Listrik, Bantuan Pendidikan Juga Disiapkan
Dalam kesempatan yang sama, Nanik S. Deyang dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), yang juga dikenal sebagai Presiden Becak Listrik Indonesia, menjelaskan bahwa program becak listrik merupakan bagian dari upaya yayasan membantu masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa GSN memiliki empat bidang utama, yakni pendidikan, pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan kemanusiaan.
Menurut Nanik, bantuan yayasan tidak terbatas pada becak listrik. GSN juga telah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yang membutuhkan di berbagai daerah.
“Kami tadi bilang ke Pak Bupati, kalau ada anak-anak yang tidak mampu, kami akan bantu seragam. Bukan hanya seragam, dari mulai sepatu sampai tas sekolah, tumbler, seragamnya nanti ada dua setel termasuk seragam pramuka,” ungkap Nanik.
Ia menambahkan, pihaknya juga membuka peluang membantu kebutuhan pendidikan lainnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk biaya sekolah sesuai program dan kemampuan yayasan.
Komitmen tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program sosial bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan.
200 Becak Listrik Tambahan Dibidik, Palabuhanratu dan Cisolok Jadi Prioritas
Kabar yang tak kalah menarik adalah rencana penambahan 200 unit becak listrik untuk Kabupaten Sukabumi.
Dalam keterangannya, Nanik menyampaikan bahwa tambahan bantuan tersebut direncanakan untuk memperluas penyaluran program, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas pariwisata dan perdagangan.
Dua wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kecamatan Palabuhanratu dan Kecamatan Cisolok.
Keduanya dinilai strategis untuk pengembangan layanan transportasi wisata sekaligus membuka peluang bagi penarik becak untuk memperoleh penghasilan dari aktivitas kunjungan wisatawan.
Meski demikian, penempatan unit tambahan nantinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, kesiapan penerima, serta dukungan fasilitas pengisian daya.
Apabila rencana tersebut terealisasi, total bantuan yang diumumkan untuk Kabupaten Sukabumi berpotensi mencapai 300 unit, terdiri atas 100 unit yang telah tiba dan 200 unit tambahan yang direncanakan.
Bupati Sukabumi Sambut Baik, Becak Listrik Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata
Bupati Sukabumi turut menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Ia menyambut baik program tersebut dan berharap bantuan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan becak listrik menjadi daya tarik baru di kawasan wisata Sukabumi, Bupati memberikan respons positif.
“Pasti akan terjadi. Karena ini kan di daerah wisata,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan harapan pemerintah daerah agar program becak listrik tidak hanya membantu penarik becak, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari layanan transportasi di destinasi wisata.
Kawasan Palabuhanratu dan Cisolok menjadi wilayah yang berpotensi memperoleh manfaat dari pengembangan tersebut, terutama apabila didukung penataan jalur operasional, titik mangkal, fasilitas pengisian daya, dan pengelolaan penerima yang baik.
Program Becak Listrik Diharapkan Buka Peluang Ekonomi Baru
Kedatangan 100 unit becak listrik di Kabupaten Sukabumi menjadi langkah awal bagi pengembangan program bantuan transportasi bagi masyarakat kecil.
Dengan nilai unit yang diperkirakan mencapai Rp23 juta, biaya operasional yang relatif terjangkau, serta rencana dukungan asuransi dan fasilitas pengisian daya, program ini diharapkan membantu meringankan beban kerja para penarik becak.
Di sisi lain, rencana penambahan 200 unit berikutnya membuka peluang perluasan manfaat ke kawasan wisata dan pusat perdagangan.
Yudha Sukmagara berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal.
“Kami doakan Pak Prabowo sehat selalu, panjang umur, dan terus memberikan senyum kepada masyarakat,” pungkas Yudha.
Ke depan, efektivitas program ini akan sangat ditentukan oleh ketepatan penerima, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta pemanfaatan becak listrik untuk menunjang penghasilan masyarakat.
Dengan 100 unit yang telah tiba dan rencana tambahan 200 unit berikutnya, Kabupaten Sukabumi kini membuka peluang pengembangan transportasi becak listrik yang diharapkan mampu membantu penarik becak sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.
Redaksi: Mia Marliani
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



