Bukan Sekadar Aplikasi Cashback! Bagi Siapkan Gebrakan Ekonomi Digital Berbasis AI, Saeful Bidik Jutaan Pengguna dan Peluang Bisnis Nasional
BANDUNG – Era digital bukan lagi sekadar perubahan teknologi, tetapi telah membuka pintu peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melihat potensi besar tersebut, aplikasi Bagi hadir membawa konsep sharing economy yang mengintegrasikan transaksi digital, cashback, royalti, pemberdayaan UMKM hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Gebrakan tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Exclusive Invitation Meet & Greet yang digelar di RM Pabrik Badjoe, Jalan Soekarno Hatta No. 157, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi momentum pengenalan program dan rencana soft launching aplikasi Bagi, sebuah platform berbasis sistem digital dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Acara tersebut menghadirkan Ko Handrian sebagai pembicara yang memaparkan konsep bisnis dan peluang ekonomi melalui aplikasi Bagi. Sementara itu, Saeful selaku Owner sekaligus CEO Bagi menjelaskan visi besar pengembangan platform, ekspansi kerja sama, pemberdayaan UMKM, hingga program sosial yang tengah dipersiapkan.
Dalam pemaparannya, Ko Handrian menegaskan bahwa pola belanja masyarakat pada dasarnya tidak berubah. Masyarakat tetap melakukan transaksi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari membeli pulsa, membayar listrik, hingga berbelanja berbagai kebutuhan.
Namun, melalui aplikasi Bagi, aktivitas transaksi tersebut diperkenalkan dengan nilai tambah berupa cashback dan peluang memperoleh manfaat dari jaringan pengguna.
“Belanja tetap sama, tetapi melalui aplikasi Bagi, transaksi bisa memberikan nilai tambah. Bukan hanya mendapatkan cashback dari transaksi sendiri, tetapi juga ada konsep sharing economy ketika kita memperkenalkan aplikasi ini kepada orang lain,” jelas Ko Handrian.
Menurutnya, konsep tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas transaksi yang dilakukan secara rutin.
Ia juga memperkenalkan skema royalty cashback, yakni peluang memperoleh royalti ketika pengguna dalam jaringan yang diperkenalkan melakukan transaksi dan mendapatkan cashback sesuai ketentuan program.
Ko Handrian turut memaparkan skema King Sultan dengan persentase 2 persen yang disebut dapat memberikan manfaat jangka panjang sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku.
Bidik Satu Juta Pengguna, Peluang Transaksi Jadi Kekuatan Bagi
Dalam sesi presentasi, Ko Handrian mengajak peserta melihat besarnya potensi ekonomi apabila aplikasi Bagi digunakan oleh masyarakat secara luas.
Ia memberikan ilustrasi target satu juta pengguna aktif sebagai gambaran potensi perkembangan ekosistem transaksi digital Bagi.
“Kalau ada satu juta orang pengguna aktif, saya berbicara realistis saja, potensi income bisa mencapai angka yang sangat besar. Selama masyarakat masih melakukan transaksi rutin, seperti membayar listrik dan membeli pulsa, aktivitas ekonomi itu akan terus berjalan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa peluang tersebut bertumpu pada kebiasaan transaksi masyarakat sehari-hari.
Pesan yang disampaikan Ko Handrian bukan hanya tentang mengejar keuntungan, tetapi juga pentingnya memahami sistem, membangun jaringan, serta memanfaatkan peluang bisnis digital secara bijak.
Saeful Sang Owner: Bagi Harus Menjadi Penyambung Berkah bagi Banyak Orang
Sementara itu, Saeful selaku Owner dan CEO aplikasi Bagi mengungkapkan bahwa platform tersebut dibangun dengan visi lebih besar daripada sekadar menyediakan layanan transaksi dan cashback.
Ia ingin Bagi berkembang menjadi platform digital karya anak bangsa yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat luas.
“Harapan kami ke depan, setiap masyarakat Indonesia bisa menggunakan aplikasi Bagi. Karena Bagi ini punya konsep sharing economy, menjadi penyambung bagi setiap orang untuk mendapatkan cashback dan royalti dari kegiatan transaksi bulanan maupun belanja sehari-hari,” ujar Saeful.
Dalam pemaparannya, Saeful menyebutkan bahwa jumlah pengguna yang bergabung telah mencapai sekitar 10.000 orang dalam kurun waktu kurang lebih dua setengah bulan berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Angka itu menjadi salah satu modal awal untuk mengejar target pertumbuhan yang lebih besar.
Tak berhenti di Indonesia, Saeful mengungkapkan bahwa Bagi telah menjalin kerja sama dengan sejumlah platform di beberapa negara, antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Filipina, dan Taiwan. Penjajakan kerja sama dengan platform dari Korea juga tengah dilakukan.
“Kami ingin Bagi menjadi startup platform karya bangsa yang benar-benar bisa diakui bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,” tegasnya.
Bagi Mall, Jalan Baru UMKM untuk Naik Kelas
Salah satu terobosan yang disiapkan adalah Bagi Mall, sebuah marketplace yang dirancang untuk membuka ruang pemasaran lebih luas bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, dan para seller.
Melalui konsep berbagi keuntungan, pelaku usaha dapat memasarkan produknya di dalam ekosistem Bagi. Komisi pemasaran yang diberikan seller nantinya dapat dibagikan kembali kepada pengguna sesuai mekanisme program.
Saeful menjelaskan bahwa pelaku UMKM yang ingin bergabung dapat berkoordinasi dengan tim atau mitra Bagi, kemudian mengunggah foto dan informasi produk untuk dipasarkan melalui platform tersebut.
Dengan demikian, aplikasi ini diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan kepada pengguna, tetapi juga membantu pelaku usaha lokal memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
“Pengguna mendapatkan manfaat dari cashback, sementara UKM dan UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh dan scale up atau naik kelas,” jelas Saeful.
Transaksi Real-Time hingga Cashback Marketplace
Dalam sesi diskusi, tim Bagi turut menjelaskan mekanisme cashback dan komisi dari berbagai layanan yang tersedia di dalam aplikasi.
Untuk transaksi PPOB, seperti pembelian pulsa dan pembayaran listrik, proses perhitungan cashback dijelaskan dapat berlangsung secara real-time sesuai ketentuan layanan.
Sementara itu, transaksi melalui marketplace dan layanan perjalanan daring memiliki tahapan verifikasi tersendiri.
Pihak Bagi menjelaskan bahwa komisi dari transaksi marketplace seperti Shopee, TikTok, Tokopedia, dan Traveloka diproses setelah transaksi memenuhi persyaratan dan layanan atau produk telah digunakan sesuai ketentuan masing-masing platform.
Untuk memudahkan pengguna, Bagi menyampaikan skema pembayaran komisi marketplace yang direncanakan diakumulasikan dan dibayarkan setiap tanggal 20 bulan berikutnya setelah transaksi dinyatakan valid.
Dalam sesi tersebut juga dijelaskan mekanisme penarikan dana atau withdrawal untuk jenis saldo tertentu, termasuk klaim bahwa penarikan dapat dilakukan tanpa batas minimum sesuai ketentuan layanan.
Penjelasan ini menjadi bagian dari pengenalan sistem transaksi dan pengelolaan manfaat ekonomi yang ditawarkan Bagi kepada calon pengguna.
Tak Hanya Bisnis, Bagi Siapkan Program CSR dan Kampung Digital
Hal menarik lainnya dari pemaparan Saeful adalah komitmen pengembangan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Bagi ingin menjadikan aktivitas ekonomi digital sebagai salah satu sarana untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Salah satu gagasan yang diperkenalkan adalah pembangunan Kampung Digital, sebuah program pemberdayaan yang diarahkan untuk membuka akses pengetahuan dan keterampilan teknologi bagi masyarakat.
Program tersebut juga menyasar kelompok berkebutuhan khusus, termasuk penyandang tunanetra dan tunarungu, agar memiliki kesempatan mengenal dan memanfaatkan teknologi digital.
Saeful menegaskan, pihaknya ingin mengajak lebih banyak orang untuk berbagi manfaat melalui ekosistem transaksi Bagi.
“Tujuan utamanya adalah kita bisa membantu dan mengajak teman-teman yang merasa kekurangan. Dari transaksi yang kita lakukan melalui Bagi, kita berharap bisa membantu banyak orang yang lebih membutuhkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kontribusi kecil yang dihimpun dari aktivitas banyak orang dapat menjadi kekuatan untuk membantu sesama apabila dikelola melalui program yang tepat.
Konsep inilah yang ingin dibangun Bagi, yakni mempertemukan peluang bisnis, teknologi, dan kepedulian sosial dalam satu ekosistem.
Grand Launching Ditargetkan 2027, Bagi Siapkan Inovasi Lebih Besar
Saeful menjelaskan, aplikasi Bagi mulai diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi sejak 6 Juni 2026. Sementara itu, grand launching secara resmi direncanakan pada 2027 di Jakarta, seiring dengan kesiapan pengembangan platform dan ketersediaan aplikasi pada perangkat iOS.
Ia juga menjelaskan bahwa aplikasi Bagi dapat diunduh secara gratis. Namun, sejumlah manfaat tambahan, termasuk cashback, royalti, dan fasilitas keanggotaan tertentu, mengikuti jenis layanan serta ketentuan yang berlaku.
Dengan dukungan tim pengembang teknologi informasi independen, Bagi berkomitmen terus melakukan inovasi untuk memperkuat sistem dan memperluas jaringan kerja sama.
Melalui kegiatan Exclusive Invitation Meet & Greet di Bandung, Bagi ingin memperkenalkan sebuah gagasan bahwa perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk mempermudah transaksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi, membantu UMKM berkembang, serta menghadirkan kepedulian sosial.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bagaimana konsep tersebut dapat diwujudkan secara berkelanjutan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi membawa satu pesan besar: transaksi sehari-hari bisa menjadi pintu menuju peluang ekonomi dan berbagi manfaat bagi sesama.
Redajsi: Mia Marliani
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


