Bandung – Semangat hijrah, persaudaraan, dan harapan untuk masa depan Kota Bandung yang lebih baik mewarnai kegiatan Doa Bersama Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Masjid Jihadul Akbar, Jalan Lombok No. 95, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan bertema “Hijrah untuk Bandung: Menguatkan Persaudaraan, Meneguhkan Harapan” ni dihadiri Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, S.E., M.Pd., tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, insan media, pemuda, serta warga Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Erwin mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian sosial. Menurutnya, kemajuan Kota Bandung tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Momentum hijrah harus menjadi penggerak perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung. Dalam suasana khidmat, para peserta memanjatkan doa untuk keberkahan, keselamatan, kedamaian, dan kemajuan Kota Bandung serta Indonesia.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Yayasan Mahayuda dan Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI). Penggagas acara, Martika Edison Mahawarman, berharap peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan membangun optimisme menghadapi berbagai tantangan.
Ketua Umum Yayasan Mahayuda, Umar Komarudin, menegaskan bahwa hijrah merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih berkualitas, baik secara spiritual maupun sosial. Menurutnya, nilai-nilai hijrah harus menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, peduli, dan saling mendukung.
Sementara itu, Ketua Umum RPABI, Rahmien Liomintono, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun karakter generasi bangsa. Ia menyebut pendidikan dan kepedulian sosial sebagai dua pilar utama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan rumah ibadah, panitia juga menyerahkan donasi kepada Majelis Taklim Masjid Jihadul Akbar yang diterima oleh Umar Komarudin. Bantuan tersebut menjadi simbol semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang sejalan dengan nilai-nilai hijrah.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. Selain mengikuti rangkaian acara keagamaan, para peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi lintas komunitas, organisasi sosial, media, dan pemerintah.
Kolaborasi antara Yayasan Mahayuda, RPABI, tokoh masyarakat, insan media, jurnalis, serta Pemerintah Kota Bandung diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dan menjadi energi positif dalam mewujudkan Bandung yang semakin maju, religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
Redaksi: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


