
Armedia.news – Jakarta Sabtu, 27 Juni 2026 – Konawe Kepulauan – Ketua HIPMAWATENG, Yandi Pebriansah, menyoroti pelaksanaan Program Beasiswa Wawonii Cerdas yang dinilai belum berjalan sesuai dengan tujuan awal program, yakni membantu mahasiswa Kabupaten Konawe Kepulauan dalam memenuhi kewajiban pembayaran UKT/SPP secara tepat waktu. Program ini memang dirancang sebagai bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa melalui regulasi pemerintah daerah.
Menurut Yandi Pebriansah, keterlambatan pencairan beasiswa yang terus dikeluhkan mahasiswa justru menghilangkan esensi utama dari program tersebut. Banyak mahasiswa harus mencari pinjaman, menunggak UKT, bahkan menghadapi risiko terhambatnya proses akademik karena bantuan yang seharusnya menjadi solusi tidak diterima pada saat paling dibutuhkan.
“Beasiswa Wawonii Cerdas merupakan program yang sangat baik dan patut diapresiasi. Namun, implementasinya di lapangan harus dievaluasi secara serius. Jika pencairannya terlambat, maka tujuan program untuk membantu pembayaran UKT/SPP menjadi tidak tercapai. Mahasiswa membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Yandi Pebriansah.
HIPMAWATENG menilai bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga dari ketepatan waktu penyaluran serta manfaat yang benar-benar dirasakan oleh penerima.
Selain itu, HIPMAWATENG meminta Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan melalui instansi terkait untuk meningkatkan transparansi mengenai tahapan pencairan beasiswa, sehingga mahasiswa memperoleh informasi yang jelas dan tidak terus berada dalam ketidakpastian. Keluhan mengenai keterlambatan pencairan juga telah muncul di ruang publik dari mahasiswa penerima beasiswa.
Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan segera mencairkan Beasiswa Wawonii Cerdas sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran agar tidak lagi terjadi keterlambatan setiap tahun.
Meningkatkan transparansi informasi terkait proses verifikasi, penetapan penerima, dan jadwal pencairan.
Menjadikan kebutuhan mahasiswa sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan program beasiswa.
“Investasi terbaik daerah adalah pendidikan. Karena itu, kami berharap pemerintah tidak hanya menghadirkan program yang baik di atas kertas, tetapi juga memastikan pelaksanaannya benar-benar menjawab kebutuhan mahasiswa. Beasiswa harus menjadi solusi, bukan menambah beban,” tutup Yandi Pebriansah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

