Home / Auto / NAGA SUKMA TERUS BERKOMITMEN MEMBANTU PEMERINTAH: HADIR DI TENGAH TEKANAN EKONOMI MASYARAKAT DAN PEDULI ANAK YATIM SERTA FAKIR MISKIN

NAGA SUKMA TERUS BERKOMITMEN MEMBANTU PEMERINTAH: HADIR DI TENGAH TEKANAN EKONOMI MASYARAKAT DAN PEDULI ANAK YATIM SERTA FAKIR MISKIN

GARUT , anmedia News, — Di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat, kepedulian sosial tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar persoalan kemiskinan, ketelantaran, dan kesenjangan sosial dapat ditangani secara bersama-sama. 10 Agustus 2026

Naga Sukma menyatakan akan terus berkomitmen mengambil bagian dalam membantu peran pemerintah, khususnya dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Komitmen tersebut dipandang sejalan dengan amanat Pasal 34 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Pasal yang sama juga mengamanatkan negara untuk mengembangkan sistem jaminan sosial, memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu, serta menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan umum yang layak.

BUKAN SEKADAR SANTUNAN, TETAPI KEHADIRAN NYATA

Dalam kondisi ekonomi masyarakat yang semakin membutuhkan perhatian, santunan kepada anak yatim dan fakir miskin memiliki nilai sosial yang penting.

Namun, kepedulian tersebut hendaknya tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Santunan harus menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas: membantu kebutuhan dasar, pendidikan anak, kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta membuka kesempatan agar masyarakat kurang mampu dapat berdiri secara mandiri.

Hal tersebut sejalan dengan UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang menegaskan bahwa negara bertanggung jawab atas penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan memprioritaskan masyarakat yang menghadapi masalah kemiskinan maupun ketelantaran.

Sementara itu, UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin mengatur bahwa penanganan fakir miskin dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Artinya, masyarakat memiliki ruang dan peran penting untuk ikut membantu mengatasi persoalan kemiskinan.

Baca juga :  Recall Toyota Land Cruiser 300-Lexus LX600, Apa Masalahnya?

ANAK YATIM DAN ANAK TERLANTAR HARUS MENJADI PERHATIAN BERSAMA

Perhatian terhadap anak juga tidak boleh dipisahkan dari persoalan kesejahteraan sosial.

Negara melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menegaskan pentingnya perlindungan terhadap hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Bahkan, pemerintah dan pemerintah daerah diwajibkan menyelenggarakan pemeliharaan, perawatan, dan rehabilitasi sosial bagi anak terlantar, termasuk memungkinkan kerja sama dengan lembaga masyarakat.

Karena itu, keberadaan organisasi atau kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan sosial bukan untuk menggantikan kewajiban negara, melainkan menjadi mitra sosial dan kekuatan masyarakat dalam mempercepat hadirnya kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

NAGA SUKMA: GOTONG ROYONG ADALAH KEKUATAN

Naga Sukma memandang bahwa menghadapi tekanan ekonomi masyarakat membutuhkan kebersamaan.

Pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab melalui program kesejahteraan sosial. Dunia usaha memiliki kemampuan untuk berkontribusi melalui kepedulian sosial. Organisasi masyarakat memiliki kekuatan untuk menggerakkan masyarakat. Tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran dalam membangun kepedulian. Sementara masyarakat luas dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.

Semua elemen harus bergerak bersama.

Jangan sampai masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi merasa berjalan sendirian.

Santunan anak yatim, bantuan kepada fakir miskin, kepedulian terhadap anak terlantar, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong.

DARI SANTUNAN MENUJU PEMBERDAYAAN

Naga Sukma juga mendorong agar program sosial tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi secara bertahap diarahkan kepada pemberdayaan masyarakat.

Baca juga :  Honda Vario 125 Dengan Tampilan Baru Jelang Lebaran

Bantuan dapat dikembangkan menjadi program pendidikan, pelatihan keterampilan, dukungan usaha kecil, pendampingan keluarga kurang mampu, dan berbagai kegiatan produktif lainnya.

Dengan demikian, santunan bukan sekadar memberikan sesuatu untuk hari ini, tetapi menjadi pintu untuk membangun harapan masa depan.

Sebab persoalan kemiskinan tidak cukup hanya dijawab dengan bantuan. Masyarakat juga membutuhkan kesempatan, kemampuan, akses, dan pendampingan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

PESAN UNTUK SEMUA ELEMEN

Naga Sukma mengajak pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat untuk membangun gerakan kepedulian sosial secara bersama-sama.

Ketika ekonomi masyarakat mengalami tekanan, jangan biarkan kepedulian ikut melemah.

Negara memiliki kewajiban konstitusional. Pemerintah memiliki tanggung jawab pelayanan publik. Sementara masyarakat memiliki kekuatan gotong royong.

Ketiganya harus berjalan beriringan.

Karena pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang jalan, gedung, dan angka pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus diukur dari seberapa banyak anak yatim yang terlindungi, seberapa banyak keluarga miskin yang terbantu, dan seberapa besar masyarakat yang sebelumnya lemah mampu bangkit dan hidup lebih bermartabat.

Naga Sukma akan terus berkomitmen membantu peran pemerintah melalui kepedulian sosial, santunan, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat.

Karena membantu sesama bukan sekadar kegiatan sosial — tetapi bagian dari membangun kemanusiaan dan menjaga masa depan bangsa.

red

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler