Home / Peristiwa / Wakil Wali Kota Bandung Erwin Guncang Pengajian Masjid Al-Hikmah! Pesan Tahajud dan Sabar Jadi Sorotan

Wakil Wali Kota Bandung Erwin Guncang Pengajian Masjid Al-Hikmah! Pesan Tahajud dan Sabar Jadi Sorotan

BANDUNG – Pengajian rutin Masjid Al-Hikmah di Jalan Cukup Lama, RT 06/RW 01, Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, berlangsung khidmat pada Rabu (28/10/2026). Dihadiri sekitar 120 jemaah bersama unsur pemerintahan setempat, kegiatan istigasah dan tausiah yang diisi Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, S.E., M.Pd., mengangkat pesan penting tentang kekuatan doa, keutamaan salat tahajud, serta kesabaran menghadapi ujian kehidupan.

Kehadiran Erwin yang didampingi istrinya, Fitriana Dewi, menambah semarak kegiatan keagamaan tersebut. Pengajian ini turut mendapat dukungan dari Majelis Dzikir Rohaniah dan dihadiri unsur RT, RW, lurah, camat setempat, serta masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi antara masyarakat dan unsur pemerintahan di lingkungan Kecamatan Ujungberung.

Kisah Muhammad Al-Fatih, Kekuatan Bukan Hanya pada Senjata

Dalam tausiahnya, Erwin mengangkat kisah Sultan Muhammad Al-Fatih, pemimpin muda yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 1453.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh keberanian, kecerdasan, dan strategi, tetapi juga oleh keteguhan iman serta kedekatan kepada Allah SWT.

Pesan yang ditekankan adalah pentingnya menjaga ibadah, terutama salat wajib dan salat tahajud, sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menjalani kehidupan.

Salat tahajud menjadi salah satu amalan yang dapat membantu umat Islam memperkuat hubungan dengan Allah, menenangkan hati, serta memanjatkan doa di tengah berbagai persoalan.

Bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan, pesan ini menjadi pengingat agar tidak mudah kehilangan harapan. Sebab, setiap persoalan perlu dihadapi dengan keimanan, usaha yang sungguh-sungguh, dan doa yang terus dipanjatkan.

Ujian Hidup Bukan Alasan untuk Menyerah

Erwin juga mengajak jemaah memahami bahwa setiap manusia memiliki ujian kehidupan yang berbeda. Ada yang menghadapi persoalan ekonomi, masalah keluarga, kesehatan, maupun berbagai tantangan lainnya.

Baca juga :  RS Bumi Jayanti Palabuhanratu Mulai Dibangun, 101 Kamar Disiapkan hingga Target Layani BPJS

Dalam tausiah tersebut, Surah At-Tagabun ayat 11 menjadi salah satu landasan pesan tentang musibah dan keimanan.

“Mā aṣāba min muṣībatin illā bi’iżnillāh.”

Artinya, tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.

Pesan tersebut mengajak jemaah untuk tetap bersabar ketika menghadapi kesulitan, tanpa meninggalkan ikhtiar untuk mencari jalan keluar.

Sabar bukan berarti menyerah. Berdoa bukan berarti berhenti berusaha. Begitu pula tawakal bukan berarti membiarkan masalah tanpa penyelesaian.

Ketika rezeki terasa sempit, manusia tetap harus berusaha. Ketika persoalan keluarga datang, jalan keluar perlu dicari dengan bijaksana. Ketika harapan belum terwujud, doa dan ikhtiar harus tetap berjalan.

Jemaah juga diajak memahami tiga bentuk kesabaran, yakni sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar meninggalkan kemaksiatan, serta sabar menghadapi musibah.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah, akhlak, dan usaha dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Istigasah, Sedekah, dan Doa Jadi Penguat Hati

Selain salat tahajud, tausiah juga menekankan pentingnya memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Sedekah tidak harus menunggu kaya. Setiap orang dapat berbagi sesuai kemampuan, sebab keikhlasan dan kepedulian merupakan bagian penting dari amal kebaikan.

Jemaah juga diingatkan mengenai doa dalam Surah Al-Isra ayat 80, yang berisi permohonan agar Allah memberikan jalan yang benar serta pertolongan dalam menjalani kehidupan.

Melalui istigasah, umat Islam diajak memperkuat keyakinan bahwa setiap urusan hendaknya dimulai dengan niat baik, dijalankan melalui ikhtiar yang benar, dan disertai doa memohon petunjuk Allah SWT.

Baca juga :  Tingkatkan Kemampuan Personel, Polresta Banyuwangi Gelar Latihan Fungsi Tehnis Satpolairud

Pesan ini relevan dalam kehidupan masyarakat saat menghadapi berbagai tantangan. Keimanan menjadi penguat batin, sedangkan usaha dan tindakan nyata tetap diperlukan untuk menyelesaikan persoalan.

Masjid Jadi Pusat Pembinaan dan Kebersamaan Warga

Pengajian rutin Masjid Al-Hikmah tidak hanya menjadi ruang untuk menimba ilmu agama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran sekitar 120 jemaah bersama unsur RT, RW, lurah, camat setempat, dan masyarakat menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan keagamaan di wilayah Cigending.

Dengan dukungan Majelis Dzikir Rohaniah, kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi sarana pembinaan rohani dan memperkuat kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Pesan yang mengemuka dalam pengajian ini sederhana tetapi mendalam: ketika memperoleh nikmat, bersyukurlah; ketika menghadapi ujian, bersabarlah; ketika memiliki harapan, berdoalah; dan ketika menginginkan perubahan, iringilah doa dengan ikhtiar nyata.

Melalui pengajian rutin ini, masyarakat diharapkan semakin istiqamah dalam beribadah, semakin kuat menghadapi persoalan kehidupan, serta terus menjaga persaudaraan dan kepedulian sosial di lingkungan Kota Bandung.

Pengajian ini menjadi pengingat bahwa ketenangan hidup bukan berarti terbebas dari masalah, melainkan kemampuan menjaga iman, memperkuat usaha, dan tetap berharap kepada pertolongan Allah SWT.

Redaksi: Mia Marliani

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler

error: Content is protected !!