Bandung – ARMEDIA.news, 9 April 2026 || Alun-Alun Cicendo, ruang publik berkonsep “Steel Plaza” yang sejak 2017 menjadi ikon di wilayah barat Kota Bandung, kini menuai sorotan warga. Taman yang dirancang dengan pendekatan desain berbasis baja oleh SHAU bersama OZ Landscape ini awalnya digadang sebagai destinasi rekreasi keluarga sekaligus wadah ekonomi kreatif. Namun belakangan, kondisinya dinilai mulai kehilangan marwah.
Sejumlah fasilitas terlihat kurang terawat dan membutuhkan pemeliharaan rutin agar tetap aman serta nyaman digunakan. Warga juga menyoroti adanya dugaan alih fungsi kios yang tidak lagi sesuai peruntukan awal sebagai penunjang UMKM.
Kondisi tersebut dinilai perlu penertiban agar fungsi ruang publik tidak bergeser menjadi sekadar area komersial.
Tak hanya soal perawatan, aspek keamanan menjadi perhatian serius. Warga mengusulkan pembentukan tim pengelola khusus yang bertanggung jawab terhadap operasional dan pengamanan taman, terutama pada malam hari.
Hal ini menyusul kekhawatiran atas potensi tindak kriminalitas, penyalahgunaan area publik, hingga aktivitas yang meresahkan masyarakat.
“Ruang publik seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua kalangan, bukan justru menimbulkan kekhawatiran,” ujar salah seorang warga sekitar.
Penguatan sistem pengamanan melalui patroli rutin, penerangan optimal, serta kolaborasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga citra Alun-Alun Cicendo sebagai ruang publik representatif.
Alun-Alun Cicendo adalah simbol ruang publik modern di Bandung dengan konsep “Steel Plaza”. Namun, tanpa pengelolaan yang terstruktur dan partisipatif, taman ini berisiko kehilangan identitasnya.
Pemkot Bandung sudah menegaskan komitmen menjaga kebersihan dan keamanan, tetapi partisipasi warga tetap menjadi kunci agar ruang publik ini kembali menjadi kebanggaan bersama.
Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar taman tetap representatif dan nyaman bagi masyarakat.
Pernyataan Resmi Pemkot Bandung
- Plt Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota Bandung, Yuli Ekadiyanti, menyampaikan bahwa pemerintah kota terus melakukan pemantauan dan perawatan ruang publik, termasuk alun-alun.
- Menurutnya, pengawasan dilakukan secara terbatas pasca revitalisasi untuk memastikan infrastruktur tidak cepat rusak dan keamanan pengunjung tetap terjaga.
- Pemkot juga menekankan agar kebersihan dijaga bersama oleh masyarakat, mengingat ruang publik adalah milik bersama dan harus dirawat secara kolektif.
Sorotan Warga
- Warga menilai fasilitas mulai kurang terawat, seperti area bermain dan kios yang dialihfungsikan tidak sesuai peruntukan awal.
- Keamanan malam hari menjadi isu utama, dengan usulan pembentukan tim pengelola khusus serta patroli rutin.
- Ada kekhawatiran ruang publik justru menjadi tempat aktivitas yang meresahkan jika tidak diawasi dengan baik.
Sebagai salah satu ikon ruang terbuka di Kota Bandung, taman ini diharapkan dapat kembali dikelola secara maksimal—baik dari sisi perawatan fasilitas, penataan kios, maupun pengamanan.
Dengan pengelolaan yang terstruktur dan partisipatif, Alun-Alun Cicendo diyakini mampu kembali menjadi kebanggaan warga sekaligus destinasi ramah keluarga.
**Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



