BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menerima Penghargaan Institusi Memperkuat Kehidupan Pers dalam malam perayaan 60 Tahun Harian Umum Pikiran Rakyat bertajuk “Jejak Pengabdian untuk Jawa Barat”, Jumat (24/4/2026) di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur PT Pikiran Rakyat Bandung Tia Yuniarti. Dalam sambutannya, Pangdam Kosasih menegaskan ikatan sejarah PR dengan Kodam Siliwangi. “Pikiran Rakyat lahir dari Kodam III/Siliwangi. Motonya sama dengan filosofi TNI AD: dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” ujarnya.
Pangdam juga menyebut penghargaan ini jadi motivasi Kodam III/Siliwangi untuk terus berbuat terbaik bagi rakyat. “Ini bukti kebersamaan TNI dan masyarakat tetap terjaga,” kata Kosasih.
Apresiasi untuk Tokoh Jabar
Selain Pangdam, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan juga menerima penghargaan atas “Operasi Kemanusiaan” saat mudik Lebaran 2026. Operasi itu sukses menekan angka kecelakaan dari 383 kejadian pada 2025 menjadi 93 kejadian. “Ini berkat peran semua stakeholder,” ucap Rudi.
Penghargaan juga diberikan kepada Setda Jabar Herman Suryatman yang mewakili Gubernur Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Jabar Dr. Buky Wibawa, tokoh perempuan Ceu Popong, Ketua DPD Gerindra Jabar, Bupati Tasikmalaya, dan sejumlah tokoh lain. Pimred PR Irwan Natsir menyebut anugerah ini bentuk sinergi dan hubungan emosional 60 tahun PR dengan tokoh Jabar.
60 Tahun Jaga Konsistensi di Tengah Disrupsi
Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa mengapresiasi konsistensi PR selama 60 tahun. “Di tengah gempuran media digital, PR tetap jaga kepercayaan publik dengan informasi akurat dan berimbang. Tidak tergoda judul bombastis,” kata Buky. Ia menyebut PR sebagai mitra strategis Pemprov Jabar dalam ekosistem informasi sehat.
Setda Jabar Herman Suryatman menambahkan, Pemprov Jabar butuh media mainstream sebagai rujukan data. “Kalau pedang lukai tubuh masih ada harapan sembuh. Kalau lidah lukai hati, ke mana obat dicari,” ucapnya mengutip petuah Sunda.
Jejak Sejarah: Dari Angkatan Bersenjata ke Media Network
De facto, Pikiran Rakyat lahir 24 Maret 1966 sebagai edisi Jabar Harian Angkatan Bersenjata. Wartawan PR saat itu merapat ke Kodam Siliwangi karena aturan media harus berafiliasi. Setahun kemudian, 24 Maret 1967, PR resmi de jure setelah dilepas dari Kodam dan dikelola yayasan wartawan.
Kini di era digital, PR berkembang jadi Pikiran Rakyat Media Network dengan 200 portal berita sejak 2019. Portal http://pikiran-rakyat.com sendiri sudah eksis sejak 1996. Meski begitu, PR tetap pegang filosofi “Tengah” – seimbang di tengah perbedaan kepentingan.
Acara malam perayaan dihadiri kepala daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga sesepuh Paguyuban Pasundan. Potong tumpeng dilakukan Dirut PT PR sebagai simbol syukur 60 tahun mengabdi untuk Jawa Barat.
**Red: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



