CENG LUKMAN, ANGGOTA ABAG: “GARUT BUTUH AKSI NYATA, BUKAN SEKADAR SEREMONI!”
GARUT, Armenia News. Com, — Aliansi Bela Anak Bangsa (ABAG) menaikkan tekanan terhadap jajaran Forkopimda Kabupaten Garut terkait persoalan peredaran miras dan obat-obatan tertentu ilegal yang dinilai tidak boleh terus ditangani sebatas kegiatan seremonial, pernyataan sikap, razia sesaat, ataupun slogan pemberantasan. 11 Agustus 2026
Ceng Lukman, anggota ABAG, menegaskan bahwa masyarakat kini membutuhkan bukti nyata.
«“Kami tidak ingin lagi melihat pemberantasan hanya ramai ketika ada kegiatan atau publikasi. Yang masyarakat butuhkan adalah penindakan nyata, berkelanjutan, dan menyentuh jaringan dari hulu sampai hilir,” tegas Ceng Lukman.»
Menurut ABAG, pemberantasan tidak cukup hanya menyasar penjual di lapangan. Penegakan hukum harus mampu menelusuri sumber pasokan, pemasok, distributor, hingga jaringan yang berada di balik peredaran.
SATU BULAN MENJADI BATAS PEMBUKTIAN
ABAG memberikan ruang waktu satu bulan kepada Forkopimda Garut untuk menunjukkan langkah konkret.
Yang akan dipantau bukan banyaknya kegiatan atau pemberitaan, melainkan:
- keberlanjutan operasi dan penindakan;
- penelusuran sumber serta jaringan distribusi;
- tindakan terhadap pelaku utama dan pemasok;
- koordinasi antarinstansi;
- keterbukaan hasil penindakan sesuai ketentuan hukum;
- serta langkah pencegahan agar peredaran tidak kembali marak.
“Satu bulan bukan ancaman. Ini adalah waktu pembuktian. Kalau memang serius, tunjukkan hasilnya kepada masyarakat,” ujar Ceng Lukman.
ABAG menegaskan akan melakukan pemantauan secara independen sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap pelaksanaan komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum.
JIKA JANJI TIDAK TERBUKTI, ABAG AKAN BERSIKAP
Apabila setelah satu bulan tidak terlihat perubahan maupun langkah penindakan yang signifikan, ABAG menyatakan akan melakukan evaluasi terbuka terhadap komitmen dan kinerja Forkopimda Garut.
ABAG juga tidak menutup kemungkinan menyampaikan mosi tidak percaya secara politik dan moral sebagai bentuk kontrol sosial, sepanjang ditempuh melalui mekanisme yang sah dan bertanggung jawab.
Selain itu, ABAG berencana menyusun surat resmi kepada Polda Jawa Barat untuk menyampaikan hasil pemantauan serta meminta perhatian dan evaluasi terhadap penanganan persoalan tersebut di Kabupaten Garut, terutama apabila terdapat kesenjangan antara komitmen yang disampaikan dengan hasil penegakan hukum di lapangan.
“Kami bukan sedang menyerang institusi. Kami sedang mempertanyakan hasil. Masyarakat berhak melihat bahwa keselamatan generasi muda benar-benar menjadi prioritas,” kata Ceng Lukman.
GARUT TIDAK BOLEH KALAH OLEH PEREDARAN ILEGAL
ABAG menilai persoalan miras dan obat-obatan tertentu ilegal bukan sekadar persoalan ketertiban, tetapi menyangkut perlindungan masyarakat, masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan keamanan lingkungan.
Karena itu, ABAG meminta seluruh unsur terkait tidak bekerja sendiri-sendiri. Penanganan harus dilakukan secara terpadu, terukur, berkelanjutan, dan sesuai kewenangan masing-masing.
GARUT MEMBUTUHKAN AKSI, BUKAN SEKADAR SEREMONI!
Satu bulan menjadi waktu pembuktian.
Jika serius — masyarakat akan melihat hasilnya.
Jika hanya berhenti pada seremoni — ABAG akan mengevaluasi dan menyampaikannya secara terbuka melalui mekanisme yang sesuai hukum.
ALIANSI BELA ANAK BANGSA (ABAG)
KAWAL • PANTAU • EVALUASI • SAMPAIKAN KEPADA PUBLIK
Ceng Lukman
Anggota ABAG (red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


