Home / Politik / Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Siap Dukung dan Sukseskan Program Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Siap Dukung dan Sukseskan Program Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

KABUPATEN BANDUNG – Bupati Dadang Supriatna menegaskan, siap mendukung dan mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hal ini disampaikan Bupati Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS (KDS) di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pada acara Rapat Paripurna DPRD Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa pada tahun ini ada evaluasi tentang rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Bandung.

“Yang mana memang sudah berjalan hampir dua bulan dan ini lagi penyesuaian. Dan tentu Perda (Peraturan Daerah) yang sudah keluar ini harus kita laksanakan. Maka salah satu upaya yang menjadi saran dan pendapat atau arahan dari Pak Gubernur, nanti akan diimplementasikan dalam evaluasi rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bandung yang saat ini sedang dilakukan,” tuturnya.

Menurutnya, yang menjadi bahan evaluasi itu, di antaranya pertama berdasarkan arahan dari Kementerian ATR, bahwa LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan)-nya di 87 persen.

“Dan alhamdulillah sudah terpenuhi dari luasan lahan 24.000 hektare, itu lahan yang harus kita lindungi melalui LP2B. Di luar LP2B baru ada pembangunan,” tuturnya.

Bupati Bandung sangat apresiasi terhadap daerah atau desa yang sudah mengeluarkan Perdes (Peraturan Desa) tentang Sawah Abadi.

“Ini salah satu yang membantu program kami dalam membantu penyesuaian tata ruang. Dan juga sesuai arahan tadi, daerah Pacira (Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali), Pangalengan, Bandung Selatan ini kita jadikan sebagai kawasan konservasi,” ungkapnya.

KDS sangat mendukung dan ada solusi rumah-rumah di kawasan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) akan ditingkatkan menjadi home stay atau tempat wisata.

“Dan solusi terhadap buruh tani yang akan diberikan insentif. Ini juga akan dibahas secara teknis. Apabila itu bisa terlaksana, saya yakin lokasi Pacira, Pangalengan, Kertasari, di wilayah Bandung Selatan ini bisa teratasi,” tuturnya.

Baca juga :  FORKAD SULTRA Desak Pencairan Beasiswa Tahap I: Aksi Demonstrasi Digelar di Depan Kantor Bupati Konkep

KDS mengatakan Pemkab Bandung tetap berkomitmen untuk menjaga lingkungan Kabupaten Bandung tetap hijau dengan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik dalam rencana penanaman tanaman keras dan sebagainya.

“Termasuk suplai bibit dan mohon ada kerja sama dengan warga sekitar, sehingga program ini bisa dilaksanakan secara maksimal. Persoalan penyelesaian bencana banjir, longsor dan sebagainya tidak terlepas dari alih fungsi lahan yang sudah semarak ini harus kita benahi dan kita perbaiki,” pungkasnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan empat isu yang dihadapi dan menjadi tantangan besar yang tidak kalah penting bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Pertama isu banjir yang ramai dan berkembang di media sosial, kedua isu kemacetan, ketiga isu sampah dan keempat isu tata ruang.

Hal ini disampaikan Bupati Dadang Supriatna di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat sambutannya pada acara Rapat Paripurna DPRD saat ini.“Tentu kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari Pak Gubernur Jawa Barat,” kata KDS.

Untuk menyikapi keempat isu itu, KDS berharap dan mohon ditangani melalui kolaborasi. Kabupaten Bandung yang tadinya satu kemudian dimekarkan menjadi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, tolong dikumpulkan kembali para pimpinan kepala daerahnya oleh Gubernur Jawa Barat untuk menyelesaikan keempat isu tersebut.

“Kami siap untuk berkolaborasi. Kami siap untuk memberikan subsidi dan termasuk anggaran dalam rangka menyelesaikan persoalan yang tadi kami sampaikan,” tutur Bupati KDS.

Bupati Bandung menegaskan di Kabupaten Bandung sampah menjadi persoalan yang krusial. Di Kabupaten Bandung menghasilkan sampah sebanyak 1.800 ton per hari.

Baca juga :  13 Kecamatan di Kab. Bandung Dihantam Banjir & Puting Beliung, KDS Turun Langsung Siapkan Rp. 3 Miliar

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Jawa Barat, kemarin, kita sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan ini akan selesai pada tahun yang akan datang. Persoalannya hingga tahun akan datang kita selesaikan persoalannya,” tuturnya.

Dikatakannya, insya Allah melalui kolaborasi dan instruksi bupati yang akan diberikan kepada para kepala desa se-Kabupaten Bandung, bahwa sampah bisa dikelola oleh KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) di masing-masing desa dan setelah didaur ulang kemudian dibeli oleh perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung.

“Ini salah satu solusi dan terobosan, termasuk dalam penanganan sampah ini melalui TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan sebagainya,” katanya.

Tentu, kata dia, urusan banjir dan sampah, bukan urusan pemerintah daerah saja. “Tapi urusan kita semua,” ungkapnya.

Bupati KDS mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, termasuk seluruh anggota DPRD Kabupaten Bandung dan perwakilan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat asal Kabupaten Bandung untuk sama-sama menyikapi empat isu lingkungan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dan Anggota DPR RI Ahmad Heryawan asal Dapil Jabar 2, yang sudah mensupoort dalam peningkatan pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini berkesinambungan. Kami selaku pemerintah daerah Kabupaten Bandung akan terus berkolaborasi dalam berbagai program untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler