Home / Health / Dokter Paparkan 5 Pola Makan Aman untuk Cegah Asam Lambung Naik Saat Puasa

Dokter Paparkan 5 Pola Makan Aman untuk Cegah Asam Lambung Naik Saat Puasa

armedia.news | Menjalani puasa Ramadan membuat pola makan berubah drastis. Jika biasanya tubuh menerima asupan tiga kali sehari, saat puasa makan hanya dilakukan saat sahur dan berbuka. Perubahan ritme makan ini dapat memicu gangguan pencernaan, terutama naiknya asam lambung. Kondisi ini sering dialami banyak orang, mulai dari rasa panas di dada (heartburn), perut kembung, hingga tidak nyaman setelah makan.

Seorang gastroenterolog, Dr. Anil Kumar Jangid dari CK Birla Hospital, Jaipur, menjelaskan bahwa lambung tetap memproduksi asam meski seseorang tidak makan dalam waktu lama. Ketika waktu berbuka tiba dan makanan masuk dalam jumlah besar sekaligus, asam lambung dapat terdorong naik ke kerongkongan. Inilah yang menyebabkan sensasi terbakar di dada dan gangguan pencernaan lainnya.

Untuk mencegah hal tersebut, berikut lima tips makan yang disarankan dokter agar puasa tetap nyaman tanpa memicu asam lambung.

1. Jangan Langsung Makan Banyak Saat Berbuka

Banyak orang langsung menyantap makanan dalam porsi besar begitu azan magrib berkumandang. Padahal, tubuh yang kosong selama belasan jam membutuhkan adaptasi sebelum menerima makanan berat.

Dokter menyarankan berbuka secara bertahap. Mulailah dengan makanan ringan seperti kurma dan air hangat. Setelah itu, beri jeda beberapa menit sebelum menyantap makanan utama yang bernutrisi seimbang. Cara ini membantu lambung bekerja lebih stabil dan mencegah lonjakan asam.

Baca juga :  Perjuangan Wanita Bandung Melawan Gagal Ginjal Kronis Stadium 5

2. Batasi Makanan Pedas, Manis, dan Gorengan

Makanan pedas, terlalu manis, dan gorengan adalah pemicu klasik naiknya asam lambung. Ketiganya dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat lambung bekerja lebih keras.

Saat sahur maupun berbuka, sebaiknya pilih makanan yang lebih ramah lambung seperti sup, tumisan ringan, atau makanan yang tidak terlalu berbumbu. Mengurangi konsumsi makanan berminyak juga membantu mencegah rasa penuh dan kembung setelah makan.

3. Kurangi Asupan Kafein

Kopi dan teh mengandung kafein yang dapat melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan. Ketika katup ini melemah, asam lambung lebih mudah naik.

Bagi yang memiliki riwayat asam lambung, sebaiknya membatasi konsumsi kopi dan teh, terutama saat sahur. Minuman berkafein juga bersifat diuretik sehingga dapat mempercepat dehidrasi, yang justru memperburuk kondisi pencernaan saat puasa.

4. Perbanyak Konsumsi Serat

Serat membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal. Buah, sayuran, gandum utuh, dan kacang-kacangan dapat membuat kenyang lebih lama sekaligus mencegah sembelit—masalah yang sering muncul saat puasa.

Baca juga :  Bagaimana Mengatasi Vagina Basah Berlebihan

Untuk sahur, Dr. Jangid menyarankan makanan yang memberikan energi stabil seperti telur, oatmeal, roti gandum, yogurt, dan kacang-kacangan. Kombinasi makanan ini membantu tubuh tetap bertenaga tanpa membebani lambung.

5. Penuhi Kebutuhan Cairan

Kurang minum dapat memperburuk masalah pencernaan dan membuat lambung lebih sensitif. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi antara waktu berbuka hingga sahur.

Selain air putih, cairan juga bisa diperoleh dari sup, buah berair seperti semangka, atau infused water. Hindari minuman bersoda karena dapat meningkatkan gas di lambung.

Kebiasaan Tambahan yang Membantu

Selain lima tips utama di atas, dokter juga menekankan pentingnya:

– makan perlahan dan tidak terburu-buru, 
– menghindari makan berlebihan, 
– menjaga kualitas tidur agar metabolisme tetap stabil.

Dengan pola makan yang lebih teratur dan bijak, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa gangguan asam lambung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler