KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung memberikan apresiasi berupa uang kadedeuh kepada para atlet berprestasi dalam ajang Porprov, Peparda, Peparpenas, dan olahraga pelajar tahun 2026. Acara penghargaan tersebut digelar meriah di Grand Ballroom Hotel Pasundan, Jalan Peta No.147-149, Kota Bandung, Minggu malam (25/5/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, H. Sigit Iskandar, S.IP., M.M., diawali doa yang dipimpin Hendra Dewan. Suasana berlangsung penuh semangat dengan kehadiran para atlet, pelatih, pembina, manajer tim, pengurus cabang olahraga, orang tua atlet, hingga unsur Forkopimda Kota Bandung.
Turut hadir Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyana, S.H., Kepala NPCI Kota Bandung Yadi Sopyan, jajaran KONI Kota Bandung, perwakilan Lanud, Denpom, Polrestabes Bandung, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bandung.
Dalam sambutannya, H. Sigit Iskandar menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Bandung terhadap dunia olahraga.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kepada para atlet. Walaupun nilainya tidak terlalu besar, tetapi cukup berarti khususnya bagi atlet pelajar. Kami berharap uangnya digunakan dengan baik dan menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujar Sigit.
Ia menyebutkan, total anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kota Bandung untuk pemberian kadedeuh atlet tahun ini mencapai sekitar Rp15 miliar.
“Kurang lebih Rp15 miliar. Mudah-mudahan tahun depan prestasi atlet Kota Bandung semakin meningkat dan jangan cepat puas diri,” katanya.
Dalam acara tersebut disampaikan bahwa atlet peraih medali emas kategori perorangan menerima penghargaan sebesar Rp10 juta. Selain atlet peraih medali emas, penghargaan juga diberikan kepada peraih medali perak dan perunggu, termasuk pelatih, pembina, manajer, serta atlet yang belum berhasil meraih medali sebagai bentuk motivasi pembinaan.
Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sopyan, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Bandung dalam mendukung pembinaan olahraga, khususnya olahraga disabilitas dan pelajar.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung yang konsisten memberikan perhatian kepada atlet. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi anak-anak untuk terus berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan atlet tidak terlepas dari peran besar orang tua yang mendampingi proses latihan hingga bertahun-tahun.
“Menjadi atlet berprestasi itu butuh proses panjang, bisa 10 sampai 15 tahun. Karena itu kami juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atlet,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyana menilai penghargaan tersebut bukan sekadar soal nominal, tetapi bentuk penghormatan kepada perjuangan atlet Kota Bandung.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga kebanggaan masyarakat Kota Bandung. Kami di DPRD akan terus mendorong peningkatan fasilitas olahraga agar prestasi atlet semakin berkembang,” katanya.
Asep juga menekankan pentingnya pembinaan karakter dan pendidikan bagi para atlet muda agar tidak hanya unggul dalam olahraga, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.
Di penghujung acara, Wali Kota Bandung turut memberikan motivasi kepada para atlet dan memastikan Pemkot Bandung serius membangun dunia olahraga. Ia menegaskan Kota Bandung harus menjadi pusat sport tourism dan memiliki fasilitas olahraga bertaraf internasional.
“Kota Bandung harus menjadi yang terdepan di Jawa Barat. Dalam dua tahun ke depan kami akan mulai melakukan pembangunan dan perbaikan sarana olahraga di Kota Bandung,” ujarnya disambut tepuk tangan para atlet.
Acara penghargaan kadedeuh atlet itu berlangsung hangat dan penuh semangat, sekaligus menjadi bukti komitmen Kota Bandung dalam mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi menuju level nasional hingga internasional.
Red: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



