Home / Edukasi / Geger Hiu Oranye di Kosta Rika: Fenomena Langka yang Bikin Ilmuwan Terpana

Geger Hiu Oranye di Kosta Rika: Fenomena Langka yang Bikin Ilmuwan Terpana

armedia.news | Jakarta, 28 Agustus 2025 — Sebuah penemuan tak biasa di perairan lepas pantai Kosta Rika membuat warga dan ilmuwan heboh. Seekor hiu perawat (nurse shark) dengan panjang lebih dari dua meter ditemukan memiliki kulit berwarna oranye cerah, jauh dari warna khas hiu yang umumnya abu-abu atau coklat. Lokasi penemuan berada di sekitar Taman Nasional Tortuguero, wilayah pesisir timur Kosta Rika yang dikenal kaya akan biodiversitas laut.

Apa Itu Xanthisme? Penyebab Kulit Oranye pada Hiu

Fenomena warna mencolok ini dijelaskan dalam jurnal Marine Biology sebagai akibat dari kondisi xanthisme, yaitu kelainan pigmen yang sangat jarang terjadi pada hiu. Xanthisme menyebabkan hilangnya pigmen gelap dalam kulit, sehingga warna kuning atau oranye menjadi dominan. Pada spesies ikan lain, kondisi serupa bisa menghasilkan warna keemasan.

> “Xanthisme adalah kelainan pigmentasi yang sangat langka, terutama pada ikan bertulang rawan seperti hiu,” tulis tim peneliti dari Federal University of Rio Grande.

Baca juga :  Era Baru Brigez Kota Bandung Jadi Garda Depan Bantu Warga Ditolak Rumah Sakit Luncurkan "Brigez Peduli"

Mata Putih: Indikasi Albinisme Ganda

Tak hanya kulitnya yang unik, hiu ini juga memiliki mata putih tanpa iris yang terlihat, menandakan adanya albinisme. Kombinasi xanthisme dan albinisme disebut sebagai albino-xanthochromism, kondisi genetik ganda yang belum pernah terdokumentasi sebelumnya pada hiu di wilayah Karibia.

Warna Cerah, Risiko Tinggi

Biasanya, hiu perawat memiliki warna gelap untuk berkamuflase di dasar laut. Warna oranye terang membuat hiu ini lebih mudah terlihat oleh predator, sehingga para peneliti memperkirakan tingkat kelangsungan hidupnya lebih rendah. Namun, fakta bahwa hiu ini telah tumbuh hingga dewasa menunjukkan bahwa kelainan pigmentasi tersebut tidak selalu fatal.

Baca juga :  Bandung Pilot Project Program Perintis Berdaya Connect, UMKM Dibantu Naik Kelas

Penelusuran Genetik dan Lingkungan

Penemuan ini membuka pintu bagi penelitian lanjutan terkait mutasi genetik, stres lingkungan, suhu laut, dan faktor hormonal yang mungkin memicu kelainan pigmentasi. Para ilmuwan menekankan pentingnya studi lebih dalam untuk memahami bagaimana kondisi ini bisa terjadi dan apakah ada dampak ekologis yang lebih luas.

> “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali kemungkinan faktor genetik atau lingkungan yang mempengaruhi kelainan pigmentasi langka ini,” ujar tim peneliti dalam publikasi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler