Home / Ekonomi / KA Kilat Jakarta-Bandung Dinilai Sekadar Wacana, Pakar Sarankan Perbaikan Jalur Konvensional

KA Kilat Jakarta-Bandung Dinilai Sekadar Wacana, Pakar Sarankan Perbaikan Jalur Konvensional

armedia.news | Jakarta — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) baru-baru ini menandatangani kerja sama dengan PT KAI untuk pengembangan layanan kereta api di wilayah Jawa Barat. Salah satu rencana yang mencuat adalah pembangunan Kereta Api Kilat Pajajaran, yang digadang-gadang mampu memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung menjadi hanya 1,5 jam. Namun, gagasan ini menuai kritik dari para pakar transportasi yang menilai proyek tersebut tidak realistis dengan kondisi infrastruktur saat ini.

Peneliti Senior dari Inisiasi Strategis Transportasi (Instran), Deddy Herlambang, menyebut bahwa rencana tersebut hanyalah mimpi. Ia menjelaskan bahwa jalur rel eksisting hanya mendukung kecepatan maksimal 120 km/jam, sehingga waktu tempuh tercepat yang masuk akal saat ini adalah 2,5 jam. Selain itu, kondisi geografis yang membuat jalur rel berkelok-kelok semakin menyulitkan pencapaian kecepatan tinggi.

“Bila track masih berkelok-kelok tetap tidak bisa full speed 120 km per jam, apalagi 160 km per jam lebih bermimpi lagi,” ujar Deddy kepada detikcom, Selasa (2/12/2025).

Deddy mengungkapkan bahwa sebelum proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung digulirkan, sudah ada kajian pembangunan jalur lurus (short cut rail) dari Purwakarta ke Padalarang dengan estimasi biaya Rp 6 triliun. Menurutnya, jika Pemprov Jabar serius menggarap proyek ini, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi sekitar 2 jam dengan layanan ekspres yang hanya berhenti di stasiun Gambir dan Bandung.

Senada dengan itu, Ketua Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana, menilai bahwa KA Kilat hanyalah permainan wacana atau branding semata. Ia menekankan bahwa yang lebih penting adalah mempercepat perjalanan dengan membenahi infrastruktur rel yang sudah ada, terutama di lintasan pegunungan.

Aditya menyarankan agar Pemprov Jabar dan PT KAI fokus memperpanjang jalur ganda di ruas Purwakarta–Padalarang yang belum sepenuhnya dwiganda. Hal ini akan mengurangi kebutuhan berhenti untuk persilangan dan meningkatkan kecepatan. Ia juga mendorong pembangunan jalur rel dwiganda hingga Cikarang, Karawang, atau Cikampek agar jalur KRL dan KA jarak jauh bisa dipisahkan. Selain itu, pengurangan jumlah dan radius lengkungan jalur dinilai krusial untuk meningkatkan kecepatan kereta.

Dengan berbagai tantangan teknis dan geografis yang ada, para pakar menilai bahwa pendekatan realistis dan bertahap jauh lebih efektif daripada mengejar proyek ambisius yang belum tentu bisa diwujudkan. Perbaikan jalur konvensional dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi transportasi kereta api di Jawa Barat.

Baca juga :  Kementerian Pariwisata Dukung "BINA Lebaran 2025" Perkuat Wisata Belanja Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga :  Kereta Tabrak Mobil di Grobogan Jateng, 3 Orang Tewas

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler