KOTA BANDUNG – Api datang nyaris tanpa suara. Bermula dari asap yang terlihat samar di area belakang Pasar Ciroyom di Jalan Arjuna, RT 03/RW 04, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, lalu membesar, menjalar, dan melahap deretan jongko yang lama tak lagi ramai oleh aktivitas jual beli.Di kawasan Sinhin, seberang SMP Negeri 23 Bandung, malam berubah menjadi kepanikan. Warga berhamburan. Petugas pemadam berkejaran dengan waktu.
Pukul 23.58 WIB, laporan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung. Lima menit kemudian, tim dari UPT Barat tiba di lokasi.
“Kondisi saat kami tiba bangunan sudah terbakar,” kata Immanuel Situmorang, Kepala Bidang Penyelamatan Disdamkar Kota Bandung.
Api memang berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas. Tidak ada korban jiwa. Dua ekor kucing bahkan berhasil dievakuasi hidup-hidup dari area kebakaran. Tetapi peristiwa ini menyisakan pertanyaan yang lebih panjang: bagaimana ruang-ruang yang telah lama kosong tetap menyimpan risiko di tengah padatnya permukiman kota?
Menurut Ketua RW 04 Kelurahan Ciroyom, Sofyan, area yang terbakar merupakan deretan jongko lama yang sudah kosong sekitar lima hingga tujuh tahun.
Dahulu tempat itu menjadi pusat perdagangan pakaian dan kain bekas. Kini sebagian hanya menyisakan bangunan tua yang tak lagi aktif digunakan.
“Masih hak milik pemilik masing-masing, meski sudah lama kosong karena sepi,” ujarnya.
Namun malam itu, ruang-ruang yang terlupakan justru menjadi titik bencana.
Saksi mata Aceng, mantan Ketua RT 01, menyebut kios kopi milik Bu Neneng habis terbakar bersama barang dagangan dan peralatan elektronik. Kios buah dan jongko sayur juga ludes tanpa sisa.
Di tengah kobaran api, ada pula yang masih bisa diselamatkan. Jongko kain milik Pak Iyan hanya terdampak di bagian depan setelah api tertahan sebelum merembet lebih jauh.
Penyebab kebakaran sendiri hingga kini masih diselidiki kepolisian. Damkar belum menyimpulkan sumber api karena lokasi sudah dalam keadaan terbakar saat petugas tiba.
Malam di Ciroyom mungkin telah berlalu. Api berhasil dipadamkan. Tetapi seperti banyak kebakaran lain di kota-kota besar, peristiwa ini mengingatkan bahwa bangunan yang dianggap “sudah tidak aktif” bukan berarti bebas dari ancaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


