
media.news — Konawe Kepulauan — Ketua Umum HIPMAWATENG, Yandi Pebriansah, menyoroti respons Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan dalam menangani dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Wawonii Tengah. Banjir tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada akses jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah dan hampir menyebabkan putusnya jalur transportasi masyarakat.
Menurut Yandi, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena menyangkut keselamatan serta aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Namun, di tengah situasi darurat yang dialami masyarakat, pemerintah dinilai lebih fokus pada pelaksanaan kegiatan seremonial berupa festival bahari dibandingkan percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak banjir.
“Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah yang terkesan lamban dalam merespons kondisi masyarakat di Wawonii Tengah. Jalan yang hampir putus akibat banjir seharusnya menjadi prioritas utama karena menyangkut akses dan keselamatan warga. Akan tetapi, pemerintah justru lebih sibuk membangun euforia festival bahari,” tegas Yand
HIPMAWATENG menilai bahwa pemerintah daerah perlu menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi bencana dan kerusakan infrastruktur. Penanganan darurat, perbaikan akses jalan, serta langkah mitigasi harus menjadi agenda prioritas agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Selain itu, HIPMAWATENG juga meminta Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan agar lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat dan tidak mengabaikan persoalan mendasar demi kegiatan yang bersifat seremonial.
“Kegiatan festival tentu penting dalam mendorong sektor pariwisata dan budaya daerah. Namun, pemerintah juga harus mampu melihat skala prioritas. Jangan sampai masyarakat merasa diabaikan ketika mereka sedang menghadapi kesulitan akibat bencana,” lanjutnya.
Melalui rilis ini, HIPMAWATENG mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani dampak banjir di Kecamatan Wawonii Tengah, termasuk melakukan perbaikan akses jalan yang terdampak agar tidak sampai terputus total.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
