Home / Berita Utama / Daerah / JABAR / Krisis Air Cikakak Disorot DPR RI, Saan Mustopa Kejar Solusi Permanen: Bak Penampungan Ditargetkan Rampung Sepekan

Krisis Air Cikakak Disorot DPR RI, Saan Mustopa Kejar Solusi Permanen: Bak Penampungan Ditargetkan Rampung Sepekan

SUKABUMI – Krisis air bersih yang bertahun-tahun membayangi warga Kampung Kurnia, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian langsung Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) dari Fraksi NasDem, Saan Mustopa.

Saan Mustopa datang ke Desa Sukamaju dalam kunjungan kerja spesifik, Kamis (10/9/2026). Ia tak hanya berdialog dengan pemerintah daerah, tetapi turun langsung mengecek kondisi warga dan sumber air yang selama ini menjadi persoalan.

Dalam dialog yang berlangsung di Aula Desa Sukamaju, Saan disambut Kepala Desa Sukamaju dan Camat Cikakak.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi, Kepala Pelaksana BPBD Eki Radiana Rizki, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq, Danramil Cisolok, Kapolsek Cikakak, serta perwakilan kepala desa se-Kecamatan Cikakak.

Bertahun-tahun Krisis Air, Saan Tak Ingin Hanya Andalkan Tangki

Usai dialog, Saan Mustopa langsung menuju Kampung Kurnia. Di lokasi tersebut, warga selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saan menyerahkan bantuan air bersih sekaligus berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui secara langsung persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, pengiriman air menggunakan mobil tangki hanya menjadi solusi sementara. Persoalan utama harus diselesaikan dengan mencari sumber air dan membangun sistem distribusi yang bisa digunakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kita cari alternatif. Kalau terus kirim tangki itu sifatnya sesaat dan tidak menyelesaikan persoalan. Kita harus temukan akar masalahnya agar masyarakat punya kepastian jangka panjang,” kata Saan Mustopa.

Geolistrik 200 Meter Tak Temukan Sumber Air

Upaya pencarian sumber air sebelumnya dilakukan tim ahli geodesi menggunakan metode geolistrik dengan pemeriksaan hingga kedalaman sekitar 0–200 meter.

Baca juga :  Kapolri Temui Negosiator Pembebasan Pilot Susi Air, Apresiasi Kedepankan Soft Approach

Namun, pencarian tersebut belum menemukan sumber air yang dapat dimanfaatkan di sekitar kawasan permukiman.

Meski demikian, ditemukan sumber air baru yang dinilai memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Kendalanya, lokasi sumber air tersebut relatif jauh dari permukiman warga.

Temuan itu kemudian menjadi dasar untuk mencari solusi teknis agar sumber air dapat ditata dan dialirkan menuju kawasan warga.

Bak Penampungan Besar Ditargetkan Dibangun Pekan Ini

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pembangunan bak penampungan air berkapasitas besar.

Bak tersebut nantinya diharapkan menjadi bagian dari sistem distribusi air untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Sukamaju, khususnya masyarakat Kampung Kurnia.

Saan meminta pemerintah desa, kecamatan, Dinas Perkim, BPBD, serta pihak terkait bergerak cepat.

“Nanti kita rundingkan dengan Pak Kades, Pak Camat, Pak Kadis, Pak Eki BPBD. Kita ingin secepatnya bak penampung ini dibangun agar persoalan akses air bersih cepat tertangani,” ujarnya.

Bahkan, Saan mendorong pembangunan dimulai secepat mungkin dengan target penyelesaian sekitar satu pekan.

“Langsung besok. Pak Kades, Pak Camat, Pak Eki, Pak Kadis sudah oke desainnya. Kita bisa langsung bangun. Lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Pemkab Sukabumi Siapkan Langkah Teknis

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi memastikan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut.

Ia menyebut pembangunan akan dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.

“Tadi diamanatkan dalam waktu seminggu ini upayakan sudah bisa terealisasikan. Kami akan kolaborasi menyusun DED, gambar, dan eksekusi bersama masyarakat,” kata Sendi.

Dinas Perkim akan berperan dalam memfasilitasi aspek teknis, termasuk penyusunan gambar dan kebutuhan pembangunan.

Baca juga :  DPC GRIB Jaya Sukabumi Laporkan Dugaan Ujaran Kebencian ke Polisi: “Daripada Anarkis, Kami Tempuh Jalur Hukum”

Sementara pengerjaan fisik akan dikolaborasikan dengan masyarakat serta sumber pembiayaan lainnya. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah dukungan anggaran APBN apabila kawasan tersebut memenuhi kriteria untuk penanganan kawasan kumuh.

Saan Mustopa Janji Kawal Akses Air Bersih Warga

Tak berhenti di Kampung Kurnia, Saan Mustopa bersama rombongan juga meninjau langsung lokasi sumber mata air yang ditemukan di Desa Sukamaju.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mencari solusi jangka panjang atas persoalan air bersih yang selama ini dirasakan masyarakat.

Dengan adanya sumber air baru dan rencana pembangunan bak penampungan, pemerintah berharap distribusi air kepada warga dapat segera diwujudkan.

Saan Mustopa menegaskan akan mengawal proses tersebut agar masyarakat Kampung Kurnia tidak terus bergantung pada bantuan air tangki.

Krisis air bersih di Cikakak kini memasuki tahap penanganan konkret. Targetnya jelas: pembangunan bak penampungan segera dimulai dan diupayakan terealisasi dalam waktu sekitar satu pekan.

red: Mia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler

error: Content is protected !!