BANDUNG– Pemuda Pancasila Jawa Barat menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan dan penyuluhan hukum, baik bagi anggota maupun masyarakat. Melalui Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH), organisasi tersebut juga menyatakan kesiapan memberikan pendampingan dan bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pemuda Pancasila Jawa Barat, H. Dian Rahadian, seusai menghadiri kegiatan diskusi panel bertajuk “Carut-Marut Penegakan Hukum di Indonesia: Antara Kepastian Hukum, Keadilan, dan Kepercayaan Publik” di Gedung Juang MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Jalan BKR No. 112, Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).
Menurut Dian, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda Pemuda Pancasila dalam momentum bulan ulang tahun organisasi yang jatuh pada Oktober.
Sebelumnya, Pemuda Pancasila Jawa Barat juga menggelar kegiatan Jambore yang diisi pendidikan dan pelatihan terkait kebencanaan, termasuk upaya antisipasi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Pemuda Pancasila ini memiliki delapan badan dan lembaga yang semuanya bergerak aktif dalam rangka pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dian.
Perkuat Pendidikan Hukum Anggota
Dian mengatakan, pendidikan hukum menjadi salah satu perhatian organisasi mengingat jumlah anggota Pemuda Pancasila di Jawa Barat yang tercatat mencapai sekitar 200 ribu orang.
Jumlah tersebut, kata dia, menjadi tanggung jawab organisasi untuk memberikan pembinaan dan pemahaman hukum kepada para anggota.
Karena itu, BPPH didorong tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan ketika anggota menghadapi persoalan hukum, tetapi juga aktif melakukan penyuluhan hukum.
“Selain mendampingi kawan-kawan yang terjerat masalah, kita juga harus aktif melakukan penyuluhan. Tujuannya untuk semakin menurunkan tingkat kriminalitas anggota Pemuda Pancasila,” katanya.
Menurut Dian, pemahaman hukum penting agar anggota mengetahui batas-batas tindakan yang diperbolehkan serta memahami konsekuensi hukum dari setiap perbuatan.
Tegaskan Identitas Organisasi Berbasis Pancasila
Dian juga menekankan pentingnya perilaku anggota yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Ia menyebut Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang secara langsung membawa nama Pancasila. Karena itu, setiap anggota dituntut menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita selalu menekankan kepada anggota, ini organisasi yang menyandang nama Pancasila. Dalam kehidupan sehari-hari, perilaku harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.
Ia bahkan mengatakan organisasi tidak akan membiarkan tindakan segelintir oknum merusak citra seluruh anggota.
Menurutnya, pembinaan internal akan terus dilakukan agar anggota memahami bahwa keberadaan Pemuda Pancasila harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Siap Dampingi Masyarakat yang Buta Hukum
Selain pembinaan internal, Dian menyampaikan BPPH Pemuda Pancasila Jawa Barat juga membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.
Bantuan tersebut, kata dia, diarahkan terutama kepada masyarakat yang mengalami persoalan hukum, belum memahami proses hukum, maupun mereka yang membutuhkan pendampingan.
“Kita juga siap memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat yang buta hukum dan membutuhkan, termasuk masyarakat yang merasa terzalimi,” ujarnya.
Menurut Dian, keberadaan lembaga bantuan dan penyuluhan hukum di lingkungan Pemuda Pancasila diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memahami hak-haknya dalam menghadapi persoalan hukum.
Ia juga menyinggung fenomena “no viral, no justice” yang kerap muncul dalam perbincangan publik. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dikaji melalui pendidikan dan pemahaman hukum yang lebih baik.
Delapan Badan dan Lembaga Didorong Aktif
Dian menjelaskan, program pengabdian Pemuda Pancasila Jawa Barat tidak hanya berfokus pada bidang hukum.
Delapan badan dan lembaga yang berada di lingkungan organisasi didorong menjalankan fungsi masing-masing sesuai bidangnya.
Selain bidang hukum, terdapat pula program yang berkaitan dengan kebencanaan, kewirausahaan, guru dan pekerja, serta bidang lainnya.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas anggota sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Program-program ini bukan hanya dilakukan sekarang, tetapi akan terus berkelanjutan,” katanya.
Dian menambahkan, sejak dirinya terpilih pada 2022, sejumlah badan dan lembaga terus didorong agar aktif menjalankan program sesuai tugas dan bidang masing-masing.
Targetkan Organisasi yang Bermanfaat
Ke depan, Pemuda Pancasila Jawa Barat berkomitmen memperluas program pendidikan, penyuluhan, pembinaan serta pendampingan masyarakat.
Dian berharap seluruh badan dan lembaga di lingkungan Pemuda Pancasila dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak di Jawa Barat.
“Dengan keberadaan Pemuda Pancasila, dengan keberadaan badan-badan dan lembaga, kita ingin bermanfaat. Karena sebaik-baiknya organisasi adalah organisasi yang bermanfaat bagi orang banyak,” tutur Dian.
Ia menegaskan, Pemuda Pancasila Jawa Barat akan terus mendorong nilai-nilai Pancasila, pendidikan hukum, serta pengabdian sosial sebagai bagian dari program organisasi.
“Insya Allah Pemuda Pancasila, BPPH dan seluruh badan lembaga siap menjadi organisasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya di Jawa Barat,” pungkasnya.
Redaksi: Mia Marliani
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


