Home / Peristiwa / Reformasi Politik di Persimpangan: Lawan Dominasi Oligarki, Kembalikan Demokrasi ke Rakyat

Reformasi Politik di Persimpangan: Lawan Dominasi Oligarki, Kembalikan Demokrasi ke Rakyat

Opini Aktivis tentang Reformasi

armedia.news | Konkep – Reformasi 1998 adalah tonggak sejarah yang selalu kita kenang, namun juga harus kita kritisi.ia lahir dari darah, air mata, dan keberanian rakyat yang menuntut perubahan dari rezim otoritarian menuju demokrasi. Namun, setelah lebih dari dua dekade, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah cita-cita Reformasi benar-benar kita wujudkan, atau justru kita biarkan dicuri oleh segelintir elit?

Sebagai aktivis, saya melihat Reformasi belum selesai. Kita masih menyaksikan bagaimana oligarki politik dan ekonomi mendominasi ruang demokrasi. Kekuasaan yang seharusnya berada di tangan rakyat, justru terjebak dalam lingkaran kepentingan segelintir kelompok. Korupsi, praktik politik uang, dan lemahnya perlindungan terhadap hak-hak sipil menunjukkan bahwa Reformasi kini seakan dipreteli dari dalam.

Baca juga :  Bobol Rumah dan Kuras Perhiasan Emas serta Uang, Kawanan Garong Ini Berhasil Digulung Tim Puma 1

Reformasi semestinya bukan hanya perubahan rezim, tetapi perubahan sistem yang menghadirkan keadilan sosial, pemerintahan bersih, dan demokrasi yang sehat. Namun, realitas hari ini memperlihatkan bagaimana demokrasi kita kerap diperdagangkan, hukum masih tajam ke bawah tumpul ke atas, dan suara kritis sering dibungkam.

Justru karena itulah, kita—generasi muda dan aktivis hari ini—memikul tanggung jawab besar untuk menjaga nyala Reformasi. Reformasi bukan warisan yang selesai, melainkan amanat yang harus terus diperjuangkan. Demokrasi yang sejati hanya mungkin hidup bila rakyat tetap kritis, bersuara, dan berani melawan ketidakadilan.

Reformasi tidak boleh kita biarkan sekadar jadi catatan sejarah. Ia harus hadir dalam praktik nyata: pemilu yang jujur, hukum yang adil, pendidikan yang merata, kesejahteraan yang merangkul semua. Bila tidak, maka pengorbanan para pejuang Reformasi hanya akan tinggal sebagai romantisme tanpa makna.

Baca juga :  Serda Joli B Morasi, Anggota Koramil 1307-10/Lore Utara, Laksanakan Kerja Bakti Pembuatan MCK Milik Warga

Hari ini, kita tidak boleh diam. Reformasi bukan akhir, tetapi jalan panjang yang harus terus diperjuangkan demi Indonesia yang benar-benar adil dan demokratis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler