armedia.news | Sidoarjo, 14 Maret 2025 – Setelah hampir dua dekade menjadi simbol bencana geologi terbesar di Indonesia, semburan Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, dikabarkan berhenti. Fenomena ini memicu berbagai spekulasi, baik dari masyarakat maupun para ahli.
Menurut laporan terbaru, aktivitas semburan lumpur kini hanya menyisakan asap putih yang keluar dari beberapa titik. Para ahli geologi menduga bahwa tekanan gas di bawah permukaan telah melemah secara signifikan. “Ini bisa menjadi tanda bahwa sumber gas yang mendorong lumpur ke permukaan telah habis,” ujar seorang pakar geologi dari ITS.
Namun, tidak semua pihak yakin bahwa ini adalah akhir dari cerita Lumpur Lapindo. Beberapa warga setempat melaporkan bahwa pipa-pipa pembuangan lumpur kini hanya mengeluarkan air jernih, tanpa disertai lumpur. Meski demikian, mereka tetap waspada terhadap kemungkinan aktivitas geologi yang tak terduga.
Fenomena ini juga membuka kembali diskusi tentang dampak jangka panjang dari semburan lumpur terhadap lingkungan dan masyarakat. Banyak yang berharap bahwa berhentinya semburan ini dapat menjadi awal pemulihan bagi wilayah yang terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



