Home / Berita Utama / SMPN 2 Cilaku Diduga Lakukan Pungutan, Dinas Pendidikan Siap Tindak Tegas

SMPN 2 Cilaku Diduga Lakukan Pungutan, Dinas Pendidikan Siap Tindak Tegas

Cianjur – Larangan sekolah melakukan pungutan telah jelas diinstruksikan oleh Gubernur Jawa Barat. Namun, di SMPN 2 Cilaku aturan tersebut diduga tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Alih-alih bebas biaya, sejumlah orang tua murid justru mengeluhkan adanya pungutan yang dirasa membebani.pada (25/9/2025)

Informasi yang diterima media menyebutkan, salah satu pungutan adalah biaya sampul rapor sebesar Rp40 ribu. Padahal, sesuai aturan, kebutuhan administrasi sekolah seperti sampul rapor dapat dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga sekolah tidak dibenarkan menarik biaya tambahan dari siswa maupun orang tua.

Salah seorang wali murid, sebut saja Y, mengaku keberatan dengan pungutan tersebut.
“Ekonomi lagi sulit. Anak saya yang duduk di kelas 7 sudah merengek minta bayar, karena temannya sebagian sudah lunas. Bayarnya bukan seribu dua ribu, tapi Rp40 ribu untuk sampul rapor, belum biaya lain-lain,” keluhnya.

Baca juga :  Anggota Koramil 1612-01/Ruteng hadiri Lokarya Mini Lintas Sektor di Rahong Utara

Selain itu, beredar dugaan adanya seorang guru yang memiliki usaha konveksi dan mengarahkan orang tua murid untuk berbelanja di tokonya. Hal ini menimbulkan reaksi dari sebagian wali murid yang merasa keberatan.

Menanggapi hal tersebut, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Helmi, menegaskan pihaknya akan menindak tegas praktik pungutan yang membebani wali murid.

“Sudah jelas tertuang dalam surat edaran Dinas, semua pungutan yang membebani orang tua murid tidak diperbolehkan. Termasuk jika ada guru yang mengarahkan wali murid berbelanja ke tokonya, itu jelas pelanggaran. Jika masih ada kepala sekolah yang tidak mengindahkan aturan, akan segera kami panggil,” tegasnya.

Baca juga :  Satgas Preventif Lakukan Colling System Antisipasi Potensi Gangguan

Helmi menambahkan, sekolah seharusnya menjadi sarana pendidikan dan pembinaan karakter, bukan arena transaksi.
“Sekolah harus jadi cahaya, bukan bayangan yang memperberat langkah orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, hingga beberapa kali awak media mendatangi SMPN 2 Cilaku untuk meminta klarifikasi, kepala sekolah belum dapat ditemui dengan alasan tengah menghadiri rapat di Dinas Pendidikan.(Tim)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler