PALABUHANRATU, SUKABUMI – Ancaman pohon tumbang menjelang musim penghujan tak ingin dianggap sepele! Merespons keresahan dan aduan masyarakat, Camat Palabuhanratu Sutopo langsung menggerakkan koordinasi lintas instansi untuk mengeksekusi dua titik pohon yang dinilai rawan tumbang dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Langkah antisipasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang digelar di Aula Kecamatan Palabuhanratu, Jalan H. Anwari, Rabu (4/11/2026).
Rapat ini melibatkan sejumlah instansi dan unsur Forkopimcam, di antaranya DLHK, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BKSDA, PLN, Kapolsek Palabuhanratu, Danramil Palabuhanratu, UP2BK, Lurah Palabuhanratu, serta jajaran Kecamatan Palabuhanratu.
Bukan Sekadar Rapat, Besok Langsung Eksekusi!
Camat Palabuhanratu Sutopo menegaskan, rakor tersebut bukan sekadar agenda koordinasi biasa. Pertemuan itu menjadi langkah konkret untuk merespons laporan masyarakat sekaligus mencegah potensi bencana sebelum menimbulkan korban.
Menurutnya, keberadaan sejumlah pohon yang kondisinya berpotensi membahayakan harus segera ditangani, terlebih saat ini sudah mulai memasuki periode musim penghujan.
“Kita hari ini harus bergerak cepat. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru kita bergerak. Kita harus melakukan langkah antisipasi sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi,” tegas Sutopo.
Ia menekankan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah tidak ingin persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi justru berkembang menjadi musibah akibat lambatnya penanganan.
Dua Titik Jadi Prioritas, Ada di Kawasan Cagar Alam dan Panyairan Kuburan
Dari hasil koordinasi, terdapat dua lokasi yang menjadi prioritas penanganan, yakni di kawasan Cagar Alam dan di ruas jalan provinsi, tepatnya kawasan Panyairan Kuburan, Kelurahan Palabuhanratu.
Penanganan kedua titik tersebut membutuhkan koordinasi khusus karena berkaitan dengan kewenangan kawasan Taman Wisata Alam (TWA), Cagar Alam, serta infrastruktur jalan provinsi
.Karena itu, keterlibatan BKSDA dan instansi teknis lainnya menjadi bagian penting agar proses penanganan berjalan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Sutopo menyampaikan bahwa proses eksekusi ditargetkan segera dilakukan pada Kamis (5/11/2026).
“Kita upayakan hari ini semua koordinasi selesai dan besok dilakukan eksekusi. Sekarang sudah mulai ada tanda-tanda hujan. Kami khawatir ketika hujan deras, beban air menambah berat pohon sehingga berpotensi tumbang,” jelasnya.
PLN Bergerak Lebih Awal, Lalu Penebangan Dilakukan
Tak hanya soal penebangan, aspek keselamatan teknis juga menjadi perhatian serius.
PLN akan lebih dahulu melakukan pengamanan jaringan listrik di sekitar lokasi sebelum proses penebangan dilaksanakan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi gangguan jaringan maupun potensi bahaya akibat aktivitas pemotongan pohon yang berdekatan dengan instalasi listrik.
“PLN ini jauh lebih penting karena kami khawatir pada saat eksekusi penebangan pohon ada aliran listrik yang terganggu. Teknisnya PLN dulu yang bergerak mengamankan jaringan, baru kita eksekusi,” ungkap Sutopo.
Sementara itu, pengamanan lokasi dan pengaturan arus lalu lintas akan melibatkan unsur terkait.
Dishub disiapkan untuk membantu pengaturan lalu lintas, sedangkan Polsek melalui Bhabinkamtibmas dan Koramil melalui Babinsa turut mendukung pengamanan di lapangan.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan membuat proses penanganan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Aduan Warga Harus Berujung Tindakan Nyata
Langkah cepat Kecamatan Palabuhanratu ini menjadi bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat sekaligus upaya membangun kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Ancaman pohon tumbang bukan hanya berisiko menimpa pengguna jalan, tetapi juga dapat mengganggu jaringan listrik, menghambat mobilitas, hingga membahayakan permukiman di sekitarnya.
Dengan percepatan penanganan dua titik tersebut, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas lebih aman, terutama ketika hujan deras dan angin kencang mulai melanda wilayah Palabuhanratu.
Pesannya jelas: jangan menunggu bencana datang untuk mulai bertindak. Aduan masyarakat harus direspons, potensi bahaya harus diantisipasi, dan keselamatan warga harus menjadi prioritas.
Redaksi: Mia Marliani
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


