armedia.news | Jakarta — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi menurunkan target penjualan mobil nasional untuk tahun 2025. Langkah ini diambil menyusul lemahnya permintaan kendaraan yang masih berlangsung hingga akhir tahun. Sebelumnya, Gaikindo menetapkan target penjualan sebesar 900 ribu unit per tahun, namun angka tersebut kini direvisi menjadi 780 ribu unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, mengonfirmasi perubahan proyeksi tersebut saat dikonfirmasi media pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menyebut bahwa penentuan angka baru telah melalui berbagai pertimbangan dan perhitungan yang matang, mencerminkan kondisi pasar otomotif yang belum sepenuhnya pulih.
Penurunan target ini menjadi sinyal penting bagi pelaku industri otomotif, terutama di tengah absennya insentif pemerintah untuk sektor kendaraan pada tahun mendatang. Kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak langsung terhadap harga mobil listrik dan hybrid, yang kemungkinan besar akan mengalami kenaikan.
Gaikindo menilai bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya soal daya beli masyarakat, tetapi juga dinamika kebijakan fiskal dan arah insentif industri yang belum mendukung percepatan transisi kendaraan ramah lingkungan. Dengan proyeksi penjualan yang lebih rendah, pelaku industri diharapkan dapat menyesuaikan strategi produksi, distribusi, dan promosi agar tetap kompetitif di tengah tekanan pasar.
Revisi target ini juga menjadi refleksi atas perlunya pendekatan baru dalam mendorong pertumbuhan sektor otomotif nasional, termasuk penguatan ekosistem kendaraan listrik, pembenahan regulasi, dan peningkatan insentif yang lebih terarah. Gaikindo dan para pemangku kepentingan kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas industri sekaligus merespons perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dan sadar lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



