armedia.news | Jakarta, 17 Juli 2025 — Drawing resmi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia telah rampung, dan Timnas Indonesia kini berada di Grup B bersama dua kekuatan besar: Arab Saudi dan Irak. Format kompetisi yang hanya mempertemukan tiga tim dalam sistem round-robin sekali pertemuan membuat setiap laga menjadi penentu hidup-mati.
Format Baru, Tekanan Lama: Indonesia Harus Tampil Tanpa Cela
Berbeda dari babak sebelumnya, fase ini digelar di venue terpusat tanpa sistem kandang-tandang. Grup B akan bertanding di Arab Saudi, yang secara teknis memberi keuntungan atmosfer dan logistik bagi tuan rumah. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober, lalu Irak pada 11 Oktober 2025, hanya berselang tiga hari.
Dengan hanya juara grup yang lolos otomatis ke Piala Dunia, dan runner-up harus bertarung lagi di babak play-off antarkonfederasi, maksimal 6 poin menjadi harga mati. Tidak ada ruang untuk kesalahan.
Rekam Jejak: Garuda Pernah Gagahi Elang Hijau, Tapi Masih Dihantui Singa Mesopotamia
Meski bukan unggulan, Indonesia punya modal berharga. Di babak ketiga, Garuda berhasil menahan imbang Arab Saudi 1-1 di kandang lawan dan bahkan menang 2-0 di Jakarta. Namun, Irak masih menjadi momok: Indonesia kalah dua kali di babak kedua, termasuk kekalahan telak 1-5 di Basra.
Strategi dan Mentalitas: Kunci Lolos Bukan Sekadar Skema
Pelatih Patrick Kluivert harus meramu strategi yang tak hanya taktis, tapi juga adaptif terhadap tekanan atmosfer tandang. Arab Saudi dikenal dengan pressing tinggi dan transisi cepat, sementara Irak punya serangan balik mematikan dan fisik tangguh. Indonesia wajib tampil disiplin, agresif, dan memanfaatkan setiap peluang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



