Home / Berita Utama / Daerah / JABAR / Apa Itu Sesar Lembang?

Apa Itu Sesar Lembang?


armedia.news | Ancaman Geologi di Jantung Bandung Raya

Definisi dan Lokasi

Sesar Lembang adalah patahan aktif bertipe strike-slip (geser mendatar) yang membentang sepanjang ±29 kilometer dari Padalarang hingga Jatinangor, melintasi wilayah Lembang, Cisarua, Ngamprah, hingga Arcamanik. Patahan ini terletak sekitar 10 km di utara Kota Bandung dan berada di zona padat penduduk, menjadikannya salah satu sumber gempa paling berisiko di Pulau Jawa.

Mekanisme Terbentuknya

Secara geologis, Sesar Lembang terbentuk akibat tekanan tektonik dari pertemuan tiga lempeng besar: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Bagian timur sesar diperkirakan mulai terbentuk sekitar 180.000–200.000 tahun lalu, sementara segmen barat terbentuk sekitar 24.000–62.000 tahun lalu, diduga terkait aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu.

Jenis patahan ini tergolong sinistral strike-slip, di mana pergeseran terjadi secara horizontal ke arah kiri. Pergerakannya tercatat antara 1,95–3,45 mm per tahun.

Potensi Gempa dan Dampaknya

Menurut simulasi dari BMKG dan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Sesar Lembang berpotensi memicu gempa berkekuatan magnitudo 6,5–7,0 dengan kedalaman sekitar 10 km. Jika terjadi, guncangan bisa mencapai intensitas VIII–IX MMI, cukup kuat untuk merobohkan bangunan yang tidak tahan gempa.

Kondisi geologi Bandung yang berdiri di atas bekas Danau Purba memperkuat guncangan akibat tanah lunak. Diperkirakan 1,9–2,7 juta penduduk bisa terpapar guncangan tanah lebih dari 0,3g.

Baca juga :  Menguak Dana Desa Tahap II Pondok Bungur diduga tanpa Fisik Hanya Ngecat Saja

Karya Ilmiah dan Kajian Paleoseismologi

Penelitian paleoseismologi menunjukkan bahwa Sesar Lembang telah menghasilkan gempa besar setidaknya tiga kali dalam 20.000 tahun terakhir. Salah satu gempa tercatat sekitar tahun 2300–60 M dengan perpindahan vertikal 40 cm, konsisten dengan gempa berkekuatan 6,5 Mw.

Prof. Irwan Meilano dari ITB menyatakan bahwa meskipun data morfologi dan trenching cukup baik, kajian magnitudo masih belum tuntas di kalangan peneliti. Ia menekankan pentingnya data GPS untuk memantau pergerakan sesar secara real-time.

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Pemerintah Kota Bandung telah menetapkan enam titik evakuasi dan menggencarkan edukasi kesiapsiagaan di sekolah, kantor, dan lingkungan warga. BPBD juga aktif melakukan simulasi dan sosialisasi, terutama setelah peningkatan aktivitas seismik di segmen barat sesar.

BMKG mengingatkan bahwa Sesar Lembang adalah sesar aktif yang bisa melepaskan energi kapan saja. Masyarakat di Bandung Raya diimbau untuk memahami jalur evakuasi, memperkuat struktur bangunan, dan menyiapkan tas siaga bencana.

Baca juga :  Aktivitas Sesar Lembang Meningkat: BMKG Imbau Warga Tetap Waspada

Referensi Ilmiah

– Meilano, I. et al. (2023). Pemetaan dan Potensi Seismik Sesar Lembang. ITB Geophysics Journal.
– Daryono, BMKG (2025). Skenario Gempa Sesar Lembang dan Dampaknya. Diskusi Pusgen.
– BRIN & BMKG (2024). Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler