KOTA BANDUNG — Pusat Kota Bandung berubah menjadi lautan manusia, Minggu pagi (24/5/2026). Ribuan hingga ratusan ribu bobotoh memadati kawasan Jalan Asia Afrika dan sejumlah ruas utama kota untuk menyambut konvoi kemenangan Persib Bandung yang sukses mencetak sejarah sebagai juara liga tiga kali berturut-turut.
Sejak pukul 06.00 WIB, massa pendukung mulai berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Mereka memenuhi trotoar, badan jalan, halte, hingga area depan Gedung Merdeka dan kawasan Jalan Asia Afrika yang menjadi titik akhir konvoi juara.
Konvoi resmi dimulai dari kawasan Gedung Sate sekitar pukul 07.00 WIB, melintasi Jalan Banda, Jalan LLRE Martadinata (Riau), Jalan Merdeka, Perintis Kemerdekaan, Lembong, Veteran, Simpang Lima, hingga finis di Asia Afrika. Rute tersebut sebelumnya telah diumumkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama panitia dan aparat keamanan.
Pantauan di lapangan hingga sekitar pukul 09.00 WIB, arus lalu lintas di pusat Kota Bandung nyaris lumpuh total. Sejumlah kendaraan umum seperti bus DAMRI, mobil pribadi, dan sepeda motor terjebak di tengah kepadatan massa yang terus membludak.
Suara sirene polisi bercampur nyanyian “Persib Juara” menggema di sepanjang Jalan Asia Afrika. Asap flare biru membumbung di udara, sementara ribuan bobotoh berdiri berdesakan demi melihat langsung iring-iringan pemain Maung Bandung.
“Saya datang bersama cucu dari kaki Gunung Papandayan, Garut. Berangkat jam empat subuh demi melihat langsung konvoi Persib juara di Bandung,” ujar Ijang (61), bobotoh asal Cisurupan, Garut.
Menurut Ijang, setibanya di Bandung sekitar pukul 05.30 WIB, kawasan Asia Afrika sudah dipenuhi manusia.
“Baru setengah enam pagi, jalan sudah penuh. Bus DAMRI saja tidak bisa bergerak,” katanya.
Euforia kemenangan Persib memang terasa luar biasa tahun ini. Gelar musim 2025/2026 menjadikan Persib sebagai klub pertama di era liga profesional Indonesia yang mampu mencatat hattrick juara beruntun. Prestasi tersebut memicu gelombang perayaan besar-besaran dari bobotoh di berbagai daerah.
Sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta blokade di sejumlah titik untuk mengantisipasi lonjakan massa. Sedikitnya 3.000 personel gabungan diterjunkan mengamankan jalannya konvoi
Namun derasnya antusiasme masyarakat membuat sejumlah pembatas jalan diterobos massa. Banyak bobotoh memilih berjalan kaki memenuhi jalur konvoi demi mendapatkan posisi terbaik menyaksikan para pemain Persib membawa trofi juara.
Kawasan Braga, Asia Afrika, Merdeka, hingga Alun-Alun Bandung menjadi titik dengan kepadatan tertinggi. Polisi beberapa kali melakukan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat tetap tertib dan tidak naik ke kendaraan konvoi.
Hingga berita ini diturunkan pukul 09.00 WIB, situasi lalu lintas di pusat Kota Bandung masih mengalami kemacetan total. Aparat keamanan tampak lebih fokus menjaga keselamatan warga dibanding melakukan pembubaran massa yang terus bertambah.
Pemerintah dan manajemen Persib sebelumnya juga mengimbau bobotoh menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung agar pesta juara tetap aman dan kondusif.
Red: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


