Bandung – Udara di CGV BEC Mall terasa berbeda pada Jumat (8/5). Bukan hanya karena dinginnya AC, tapi karena getaran budaya yang begitu kuat terasa saat gala premiere film “Silent Dance” dimulai.
Produksi yang digawangi oleh Syamsudin ini hadir dengan misi mulia: menyelamatkan seni tari tradisional dari gempuran zaman. Di era di mana K-Pop mendominasi, film ini hadir dengan pesan mendalam bahwa akar budaya tidak boleh hilang tertiup angin.
Cerita dalam film ini begitu manusiawi. Kita diajak mengenal Laras, remaja berhati emas yang diperankan oleh Ale. Ia bukan hanya menari, tapi hidup dalam tarian. Dengan ketulusannya, ia berhasil mengubah pandangan temannya, membuktikan bahwa keindahan tari tradisi tak kalah memukau.
Di sana, hadir pula sosok bijak Ambu Rita Laraswati yang menjaga sanggar dan mengajarkan tarian sakti “Laras Hati”. Berbeda dengan ketegasan Kang Arul sebagai ayah yang ingin yang terbaik untuk putrinya, hingga konflik yang dibawa oleh karakter licik Omo dan ketenangan Abah Ajo.
Perpaduan menjadi sempurna ketika sentuhan modern dari grup StarBe bertemu dengan keanggunan gerakan tradisional. Mata penonton dimanjakan, hati tersentuh, dan rasa bangga muncul perlahan namun pasti.
“Silent Dance” bukan sekadar tontonan, ini adalah tuntunan. Edukasi yang dibalut kisah indah untuk mengingatkan kita semua, terutama generasi muda, akan siapa diri kita.
Film ini siap mengguncang hati penonton mulai 14 Mei 2026 mendatang di seluruh Jawa dan kota besar termasuk Labuan Bajo. Ayo dukung karya anak bangsa, rasakan sendiri akhir cerita yang memukau, dan banggalah berbudaya!
Red: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


