Home / Hukum / Dimana APH Purwakarta Diduga Tutup Mata,Anggaran Dana Desa Nangewer Bagi Profit Pemborong

Dimana APH Purwakarta Diduga Tutup Mata,Anggaran Dana Desa Nangewer Bagi Profit Pemborong

Dimana APH Purwakarta Diduga Tutup Mata,Anggaran Dana Desa Nangewer Bagi Profit Pemborong

Armedia.news||Purwakarta, Jabar  

Lanjutan Berita sebelumnya yang belum di tangani pihak Aparat Penegak Hukum di Purwakarta

Program Dana Desa (DD) yang di gelontorkan, Oleh Pemerintah Pusat Sudah Banyak di rasakan manfaatya oleh Masyarakat Indonesia Bahkan bisa di bilang menjadi Program unggulan untuk Mempercepat Pembangunan dan Peningkatan Ekonomi sekaligus pemerataan Pembangunan di desa.dari Sabang sampai  Marauke atau seluruh Desa di Republik Indonesia 

“Namun  pelaksanaan Sering terjadi penyalah gunaannya oleh Oknum-oknum tertentu seperti makelar/calo Atau Mafia Dana Desa ( DD ) dengan memanfaatkan Bantuan Pemerintah pusat tersebut, diduga Untuk kepentingan pribadi,dan kroni kroninya dan juga di jadikan alat Politik.

Sedangkan Presiden Prabowo Subianto Berulang ulang mengatakan jangan pun Rp.1000 di kejar sampai kemana pun yang sudah merugikan uang negara,

Sebaliknya,di Purwakarta yang baru saja membebaskan 10 desa yang tidak pidana Korupsi dengan dasar Maladministrasi,cukup pengembalian uang ke Pemkab Purwakarta dengan dasar Pembinaan saja, dalam Konferensi Pers Kejari Purwakarta 25/8/2025.

Hal tersebut,menuai perbincangan di kalangan masyarakat Purwakarta.

Namun, tidak ada jeranya dari oknum Kepala Desa, diduga kuat ketahuan hanya pengembalian saja hanya cukup tidak di proses jalur hukum,suatu memberikan peluang para oknum korupsi Dana Desa,hal tersebut makin beringas mengelola dana desa seenaknya ,di Purwakarta dan Unsur Kebal Hukum.

Ironisnya ,Kepala Desa dan Pemborong bermoral Tidak Amanah atau mengambil ke untungan sebanyak banyak untuk kepentingan pribadi kades dan pemborong”.

“Seperti Contoh, 

DESA NANGEWER Kecamatan Darangdan  Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat 

Pembangunan Dana Desa Tahap II Tahun 2025

Bidang             : 2 Bidang Pelaksanaan                                      Pembangunan Desa 

Sub.Bidang     : 2.3 Sub Bidang Pekerjaan                               Umum Penataan Ruangan

Nama  Kegiatan   : 2.3.14 Pembagunan/                                    Rehabilitasi/Peningkatan                                Jalan Desa 

Pekerjaan        : Pembangunan Jalan Desa                              HOTMIX RW 08 & RW.09                                   Dusun IV 

Volume            : P.= 657 m L = 2.5 M T. =             ..                   .  0.03 m

Baca juga :  Gerak Cepat Polres Bondowoso Berhasil Amankan Tersangka Begal Payudara Dalam Waktu 3 Jam

Lokasi                 : Kp. Citamiang – Bobojong                               RW. 08 & 09 Desa                                              Nangewer 

SumberAnggaran   :  APBDesa  Desa                                                  Nangewer                                                       .    Kecamatan                                                       Datangdan ( APBN                                           PUSAT / Dana Desa)

Pagu Anggaran     : Belanja Modal                                                     Rp.283.015.000

Belanja Administrasi Rp  4.272.500

Jumlah                         Rp. 287.287..500

Tahap/ Tahun              : 2/2025

Tagging                         : Earmark

Sementara,Kades Kepala Desa  Nangewer Asep Munajat Tgl 21/8/25  Saat  di konfirmasi Diruang kerjanya Mengatakan dengan tegas bahwa pekerjaan Hotmix Di desa kita  borongkan Sama Enjang dan perjajian kerjanya Ada di sekdes Sekertaris Desa tapi sekdes  sedang tidak ada.

Menambahkan Asep kades Nangewer mengatakan Sepersen pun atau Seperak pun tidak mendapatkan ke untungan dari Dana Desa Tahap II sumpah demi Allah dan tidak bisa berdiri dari tempat duduk kita beda dengan Desa yang lain tegas Asep 

Akhirnya,Asep munajat Kades telpon ke Enjang sebagai Pemborong dan Enjang mengatakan Ke kades

Saat di tanya maksud apa kita di suruh tlpn ke Ajo  dan kades kembali telpon ke Enjang dan enjang berkomunikasi dengan media Mengatakan kenapa bapak selalu memberitakan pekerjaan saya. Saya punya  CV . Dan di undang undang pekerjaan Dana Desa tersebut boleh di borongkan kita punya tenaga ahli “. Ucap Enjang 

Asep Munajat Kepala Desa Nangewer menjelaskan bahwa pekerjaan DPUTR dan Perkim apalagi Team Ahli tidak ada yang bagus pekerjaan nya,dan bisa kita bandingkan dari pihak pemborong kita ucap Kades.

Baca juga :  Polres Kediri Berhasil Amankan Tersangka Pengedar Sabu Asal Kandangan

Akhirnya ,awak Media kelokasi yang saat ini sedang di laksanakan pekerjaan Hotmik tersebut.

Warga Setempat di tanyakan namanya tidak mau di sebutkan,ada beberapa keluhan dalam pekerjaan yang diduga tidak di libatkan warga setempat,karena pekerjaan dari pihak perusahaan, apalagi dalam Hotmik tersebut tidak ada pekerjaan TPT ujarnya

Di tempat berbeda, Salah satu Kepala desa yang tidak mau di sebutkan namanya menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut di borong kan pasti ada sharing profit,10%,15% dan 5% biasanya sambil ketawa

Hal tersebut, tidak mungkin namanya tidak ada keuntungan tegasnya

Apalagi yang namanya di borong kan sudah jelas ada hasilnya , apalagi Dana Desa sudah jelas dalam aturannya harus di swakelola, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar itu namanya yang benar ujarnya.

Ia menambahkan sangat ngeri sekali kades Nangewer beraninya di borongkan ke pihak ke tiga lukasnya.

Sedang di peraturan mengatakan sebagai berikut 

.Pekerjaan Dana Desa yang diborongkan dapat melanggar beberapa peraturan, antara lain:

  1. UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa: Pasal 71 ayat (3) menyebutkan bahwa Dana Desa digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
  2. Permendesa No. 2 Tahun 2024: Peraturan ini mengatur prioritas penggunaan Dana Desa, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan desa adaptif, dan peningkatan layanan kesehatan.

Pekerjaan Dana Desa yang diborongkan dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti:

  1. Kurangnya transparansi dan akuntabilitas: Pekerjaan yang diborongkan dapat menyulitkan pengawasan dan evaluasi penggunaan Dana Desa.
  2. Potensi penyalahgunaan dana: Pekerjaan yang diborongkan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan Dana Desa.
  3. Kurangnya partisipasi masyarakat: Pekerjaan yang diborongkan dapat mengurangi partisipasi masyarakat desa dalam proses pembangunan.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa penggunaan Dana Desa sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memprioritaskan kepentingan masyarakat desa.

Selain itu,WRC akan melayangkan surat ke KPK dan Kejagung untuk usut tuntas Dana Desa Tahap I/II beberapa desa di borongkan ke pihak ke II.

Dengan berdalih hanya belanja matrial saja,dan dugaan pelaksanaan pekerjaan dari pihak pemborong, apalagi masyarakat setempat tidak bisa melaksanakan kegiatan Hotmik tersebut.

“Sementara sampai berita ini di Rilis, Inspektorat Tipikor Polres Purwakarta dan Kejaksaan Purwakarta belum di konfirmasi 

Bersambung Edisi Berikutnya….!!!

( Ridho )

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler