Home / Berita Utama / HIPMAWATENG Gelar Aksi di KPK, Soroti Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama Mahasiswa Wawonii

HIPMAWATENG Gelar Aksi di KPK, Soroti Dugaan Korupsi Pembangunan Asrama Mahasiswa Wawonii

Armedia.news — Jakarta, 18 Mei 2026 — Himpunan Mahasiswa Wawonii Tengah (HIPMAWATENG) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada KPK RI agar segera mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Asrama Mahasiswa Wawonii yang hingga saat ini dinilai penuh persoalan dan belum memberikan kepastian terhadap hak-hak mahasiswa.

Dalam aksi tersebut, HIMPAWATENG menyoroti dugaan penyimpangan anggaran pembangunan asrama mahasiswa wawonii yang seharusnya menjadi fasilitas penunjang pendidikan bagi mahasiswa asal Wawonii di Kota Kendari. Namun dalam realitasnya, pembangunan tersebut dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya dan memunculkan berbagai pertanyaan publik terkait transparansi penggunaan anggaran.

Koordinator lapangan aksi, Reski Anandar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan Asrama Mahasiswa Wawonii tidak boleh dijadikan lahan praktik korupsi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, fasilitas asrama merupakan kebutuhan penting bagi mahasiswa Wawonii yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, sehingga penggunaan anggarannya harus benar-benar dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

Baca juga :  ITDC Perkuat Komitmen Pariwisata Hijau Melalui InJourney Green “Gerakan Berkelanjutan sebagai Pilar Utama Pengembangan Destinasi Utama”

Reski Anandar juga menegaskan bahwa pihaknya menginginkan adanya langkah serius dari Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan anggaran pembangunan asrama tersebut. Ia meminta agar seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan diperiksa secara transparan demi memastikan ada atau tidaknya praktik korupsi yang merugikan keuangan negara dan hak-hak mahasiswa.

“Jangan jadikan kebutuhan mahasiswa sebagai alat untuk memperkaya diri. Kami datang membawa aspirasi masyarakat dan mahasiswa Wawonii agar persoalan ini dibuka secara terang benderang di hadapan publik,” tegas Reski Anandar dalam orasinya.

Baca juga :  Kapolda NTB Sambangi Ulama Sepuh Tuan Guru Bagu

HIPMAWATENG juga menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran negara. Mahasiswa akan tetap berdiri di garis perjuangan dalam mengawal keadilan serta melawan segala bentuk praktik korupsi yang merugikan masyarakat.Sampai saat berita ini di terbitkan belum ada klarifikasi dari pihak Pemda Konawe Kepulauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler