Armedia.new | Konkep – Kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Wawonii (HIPMAWANI) periode saat ini mendapat sorotan tajam dari internal organisasi. Sejumlah pengurus dan kader menilai roda organisasi berjalan stagnan karena tidak ada satu pun program kerja yang dijalankan, sehingga mencederai marwah kelembagaan mahasiswa Wawonii.
HIPMAWANI selama ini dikenal sebagai wadah aspirasi dan pengembangan mahasiswa asal Wawonii, baik di bidang akademik, sosial, maupun pengabdian masyarakat. Namun, harapan tersebut justru jauh dari kenyataan pada periode kali ini.
“Eman Mengatakan sejak awal kepemimpinan sampai hari ini, kami tidak melihat adanya program nyata yang dijalankan. Hal ini jelas mencederai kelembagaan HIPMAWANI dan mengecewakan banyak anggota,” tegas dalam keterangan resminya.
Menurutnya, kegagalan menjalankan program kerja tidak hanya menunjukkan lemahnya manajemen kepemimpinan, tetapi juga merusak kepercayaan anggota terhadap organisasi. “HIPMAWANI semestinya menjadi rumah bersama, tempat kita belajar, berkarya, dan berkontribusi untuk Wawonii. Kalau tidak ada program, maka ruh organisasi ini hilang,” tambahnya.
Kritik ini mencerminkan keresahan di kalangan anggota yang berharap HIPMAWANI dapat kembali pada jati dirinya sebagai organisasi mahasiswa yang aktif dan produktif. Mereka mendorong agar segera dilakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap kepemimpinan maupun arah organisasi, demi mengembalikan kepercayaan anggota.
“Harapan kami sederhana, HIPMAWANI harus kembali bangkit. Kepengurusan yang akan datang tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, karena HIPMAWANI bukan sekadar nama, melainkan marwah mahasiswa Wawonii,” pangkas eman.
Laporan : Redaksi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



