BANDUNG – Edulab Indonesia memasuki usia ke-19 dengan ambisi besar. Dari Kota Bandung, lembaga bimbingan belajar dan konsultan pendidikan ini menargetkan ekspansi 20 cabang baru di berbagai daerah pada 2026–2027 serta menyiapkan langkah menuju pembangunan universitas.
Target tersebut disampaikan Oki Earlivan Sampurno, S.Mn., M.B.A., M.Sc., CEO sekaligus Co-Founder Edulab Indonesia, dalam perayaan HUT ke-19 Edulab bertajuk “19 Years of Inspiring Future” di éL Royale Hotel Bandung, Jumat (14/8/2026).
Oki mengatakan, usia ke-19 menjadi momentum bagi Edulab untuk memperbesar dampak pendidikan, tidak hanya di Bandung, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia.
“Untuk 2026 sampai 2027, kami merencanakan sekitar 20 cabang lagi di seluruh Indonesia. Di Bandung sendiri tentu kami akan menambah cabang,” ujar Oki.
Dari Bandung, Edulab Bidik Ekspansi Nasional
Edulab lahir di Kota Bandung pada 2007. Selama hampir dua dekade, lembaga tersebut berkembang dengan membangun ekosistem pendidikan mulai dari bimbingan belajar hingga pendidikan formal.
Saat ini Edulab telah memiliki sekolah jenjang SD hingga SMA, serta lebih dari 12 lokasi bimbingan belajar di Bandung dan Cimahi.
Ekspansi nasional menjadi langkah berikutnya untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menjangkau lebih banyak siswa di Indonesia.
Menurut Oki, perkembangan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebiasaan belajar generasi muda.
Gen Z Makin Digital, Edulab Perkuat Teknologi
Perubahan pola belajar generasi muda menjadi perhatian Edulab. Penggunaan tablet, laptop, dan telepon pintar membuat proses belajar semakin fleksibel dan tidak lagi bergantung pada ruang kelas.
Karena itu, Edulab terus mengembangkan transformasi digital dan sistem pendidikan berbasis data.
Meski demikian, pembelajaran tatap muka tetap menjadi kekuatan yang dipertahankan.
“Pendidikan offline tetap kami perkuat karena dari situlah kami dikenal,” kata Oki.
Kombinasi pembelajaran digital dan tatap muka tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih fleksibel, terukur, sekaligus personal.
Klaim Tingkat Kelulusan Capai 83 Persen
Edulab juga mengandalkan pendekatan berbasis data dalam proses pembelajaran.
Oki menyebut tingkat kelulusan siswa Edulab mencapai 83 persen. Selain fleksibilitas belajar, sistem kelas kecil menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan agar siswa memperoleh pendampingan lebih optimal.
Pendekatan personal juga diberikan kepada orang tua dan siswa. Dengan pola tersebut, perkembangan belajar siswa dapat dipantau secara lebih dekat.
“Yang terakhir kami memiliki pendekatan personal terhadap orang tua dan siswa,” ujar Oki.
Usia 20 Tahun, Edulab Siapkan Universitas
Target yang tidak kalah besar disiapkan Edulab saat memasuki usia ke-20 tahun pada 2027.
Oki mengungkapkan harapan agar Edulab dapat membangun universitas sebagai bagian dari pengembangan pendidikan formal.
“Kita berharap pada ulang tahun ke-20, mudah-mudahan kita bisa membangun universitas,” ungkapnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang Edulab untuk berkembang dari lembaga bimbingan belajar menjadi ekosistem pendidikan yang lebih luas.
19 Years of Inspiring Future
Perayaan HUT ke-19 Edulab mengusung tema “19 Years of Inspiring Future”. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang apresiasi atas perjalanan Edulab sejak berdiri pada 2007.
Pengajar, orang tua, alumni, dan mitra memberikan apresiasi terhadap konsistensi Edulab dalam mendampingi siswa mengejar pendidikan tinggi dan mewujudkan cita-cita.
Suasana perayaan berlangsung meriah dengan yel-yel khas “Edulab… Menangkan!” yang menggambarkan optimisme menyambut perjalanan baru.
Memasuki usia ke-19, Edulab kini menghadapi tantangan sekaligus peluang yang lebih besar. Ekspansi 20 cabang, penguatan pendidikan digital, sistem berbasis data, hingga rencana pembangunan universitas menjadi agenda penting menuju usia 20 tahun.
Dari Bandung, Edulab ingin membawa semangat “19 Years of Inspiring Future” ke lebih banyak daerah dengan satu tujuan: memperluas akses pendidikan dan mencetak lebih banyak generasi yang mampu memenangkan masa depan.
Red: Mia
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


