Home / Berita Utama / Daerah / Empat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dalam Sehari: Warga Diminta Waspada

Empat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dalam Sehari: Warga Diminta Waspada

erupsi Gunung Lewotobi

armedia.news | Jakarta – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, dengan empat erupsi dalam satu hari. Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 10.59 WITA, 14.41 WITA, 15.47 WITA, dan 17.37 WITA.

Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak gunung. Amplitudo maksimum yang tercatat di seismogram mencapai 29,6 mm, dengan durasi rata-rata erupsi sekitar 55 detik. Selain erupsi, tercatat juga gempa hembusan dan tremor harmonik yang menandakan adanya aktivitas magmatik di dalam tubuh gunung.

Baca juga :  Semangat Luar Biasa Satgas TMMD dan Warga Tegowanu Kerjakan Rabat BetonTMMD Sengkuyung Kodim 0731/Kulon Progo

PVMBG telah menetapkan status Siaga (Level III) untuk Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat di sekitar kawasan diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah utama. Warga diimbau untuk menggunakan masker untuk menghindari dampak abu vulkanik dan menghindari area yang terkena hujan abu.

Warga di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki juga perlu mewaspadai potensi banjir lahar, terutama jika terjadi hujan deras. Pemerintah daerah dan aparat terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan warga.

Baca juga :  Dandim 0732/Sleman Pimpin Anggota Ikuti Bakti Sosial Kesehatan TNI 2024

Aktivitas terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki yang signifikan tercatat pada tahun sebelumnya, dan kini kembali menunjukkan peningkatan dengan erupsi yang cukup signifikan. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler