armedia.news | konawe Kepulauan, 13 juli 2025 – Muna Barat, 13 Juli 2025 – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Komisariat Universitas Muhammadiyah Kendari, Syarifudin, Selaku Mantan Dewan Perwakilan Mahasiswa UMK mengisyaratkan bahwa Bupati Muna Barat sebaiknya mundur dari jabatannya.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Syarifudin saat ditemui di kediamannya, merespons keluhan masyarakat selama kunjungannya ke beberapa desa di wilayah Kabupaten Muna Barat.
Dalam kunjungannya pada akhir pekan lalu ke Desa Barakkah dan Desa Lakanaha, Syarifudin bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi warga.
Ia menyatakan bahwa keluhan utama masyarakat di kedua desa tersebut adalah minimnya akses jaringan internet dan kurangnya perhatian dari pemerintah daerah.
“Masyarakat di Desa Barakkah, Kecamatan Tiworo Selatan, sejak pemekaran Kabupaten Muna Barat belum merasakan perhatian serius dari pemerintah dalam hal akses jalan dan jaringan internet.
Ini sangat berdampak pada kegiatan belajar mengajar anak-anak mereka,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.Hal serupa juga terjadi di Desa Lakanaha, Kecamatan Wadaga.
Para pelajar di desa tersebut bahkan harus berpindah ke desa tetangga, Desa Lailangga, hanya untuk mendapatkan akses internet Telkomsel yang kualitasnya pun masih lemah. Salah seorang pelajar, berinisial R, menyatakan, “Tugas-tugas sekolah kami sebagian besar harus dikumpulkan lewat internet.
Tapi aksesnya sangat sulit, kami merasa tidak nyaman.”Syarifudin juga menyoroti kondisi di Desa Santiri, Pulau Balu. Menurutnya, masalah listrik dan konektivitas menjadi persoalan sehari-hari. Siswa-siswi di desa tersebut bahkan harus menyeberangi laut dengan perahu hanya untuk menuntut ilmu di daratan Muna Barat.
“Salah seorang pelajar menyampaikan cita-citanya untuk membangun kampung halamannya jika kelak sukses.
Ini menunjukkan betapa besar harapan generasi muda, namun sangat disayangkan jika pemerintah daerah justru mengabaikan hal-hal mendasar seperti pendidikan dan jaringan,” tutur Syarifudin.
Ia menegaskan, kepemimpinan di Muna Barat selama beberapa dekade terakhir belum mencerminkan nilai-nilai Liwu Mokesa—sebuah filosofi lokal tentang kepemimpinan yang melayani dan bertanggung jawab.
Karena itu, ia menyampaikan bahwa Bupati Muna Barat sebaiknya mempertimbangkan untuk mundur dari jabatannya jika kepemimpinan di muna barat setiap pergantian kepemimpinan tidak ada yang betul betul mampu untuk serius untuk memperhatikan daerah Muna Barat dan aspirasi masyarakat nya.
“Pendidikan adalah investasi masa depan, bukan hanya untuk individu, tapi juga untuk kemajuan daerah.
Koneksi dan akses adalah hak dasar masyarakat, dan ketika itu diabaikan, maka wajar jika pemimpin daerah perlu dikritisi secara serius,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



