armedia.news | Purworejo — Sebanyak 16 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Krandegan, Kabupaten Purworejo, resmi melakukan graduasi mandiri pada November 2025. Langkah ini menandai keberhasilan program pemberdayaan sosial yang dijalankan pemerintah desa bersama pendamping PKH, sekaligus menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kemandirian warga untuk tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.
Graduasi mandiri merupakan keputusan sukarela dari penerima bantuan yang merasa kondisi ekonominya telah membaik sehingga tidak lagi layak menerima bantuan. Dengan mundur dari program, mereka memberi ruang bagi warga lain yang lebih membutuhkan. Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menyampaikan apresiasi tinggi atas ketulusan warganya. “Ini adalah contoh nyata kejujuran, integritas, dan rasa tanggung jawab sosial. Mereka menunjukkan bahwa bantuan bukan untuk dinikmati selamanya, tetapi sebagai batu loncatan menuju kemandirian,” ujarnya.
Dwinanto menegaskan bahwa graduasi mandiri adalah tujuan utama dari PKH. “PKH bukan sekadar memberi bantuan, tapi mendorong keluarga penerima agar bisa mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya. Graduasi 16 KPM ini menunjukkan bahwa tujuan tersebut benar-benar tercapai,” katanya.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pendamping PKH dan pemerintah daerah, yang melihatnya sebagai indikator keberhasilan program sosial berbasis pemberdayaan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, keputusan warga Krandegan menjadi inspirasi bahwa perubahan bisa dimulai dari kesadaran individu dan komunitas.
Graduasi mandiri bukan hanya soal berhenti menerima bantuan, tetapi tentang transisi menuju kehidupan yang lebih berdaya. Pemerintah berharap semangat ini bisa ditiru oleh desa-desa lain di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



