armedia.news | Konkep – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD-KAHMI) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), menyampaikan keprihatinan dan kekecewaannya terhadap kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) unit Langara yang dinilai tidak maksimal dalam pengelolaan sistem penerangan di wilayah tersebut.
Sekretaris Umum MD Kahmi Konkep, Ajad Sudrajad SH, menerangkan, bahwa masyarakat kerap kali mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak dan berlangsung dalam waktu yang lama, tanpa adanya pemberitahuan atau penanganan cepat dari pihak PLN.
“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat terkait pemadaman yang sering terjadi bahkan di malam hari, yang sangat mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar anak-anak dan pelaku usaha kecil. PLN seakan tidak punya manajemen yang jelas dalam mengatur suplai listrik di wilayah ini,” terangnya.
Ia menyoroti kurangnya transparansi informasi dari pihak PLN serta lambannya respon terhadap gangguan listrik. Kondisi ini menurutnya menunjukkan lemahnya profesionalisme dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.
MD Kahmi Konkep mendesak PLN Unit Langara untuk segera melakukan evaluasi internal, memperbaiki sistem kerja, serta meningkatkan komunikasi dengan masyarakat. Mereka juga meminta pemerintah daerah untuk turut tangan agar masalah ini tidak terus berlarut-larut.
Ia menambahkan, PLN harus ingat bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ketika pelayanan dasar ini tidak berjalan baik maka yang dirugikan adalah rakyat kecil.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap advokasi publik, MD Kahmi Konkep menyatakan akan terus memantau perkembangan dan siap membawa persoalan ini ke tingkat provinsi jika tidak ada perubahan signifikan dari pihak PLN Konkep,”tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



