armedia.news | Bekasi Barat, 25 Juli 2025 — Di tengah kekhawatiran masyarakat soal harga pangan, muncul tren mencurigakan di pasar beras nasional. Beras kualitas medium dioplos dan dijual sebagai beras premium, menimbulkan keresahan dan kerugian konsumen.
Modus Operandi yang Terungkap:
– Oknum distributor mencampurkan beras medium dengan sedikit beras premium agar tampak lebih putih dan pulen.
– Kemasan dibuat menyerupai merek-merek ternama untuk menipu konsumen.
– Penjualan difokuskan lewat e-commerce dan toko grosir dengan harga yang hanya sedikit lebih rendah dari beras premium asli.
Dampaknya bagi Konsumen:
– Banyak keluarga mengeluhkan tekstur nasi yang cepat basi dan tak seharum biasanya.
– Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli beras berkualitas justru terbuang sia-sia.
– Terjadi penurunan kepercayaan terhadap pelabelan mutu beras di pasaran.
Tanggapan Pemerintah & Lembaga Terkait:
– Badan Pangan Nasional mulai intensif melakukan inspeksi dan uji mutu beras di gudang serta pasar tradisional.
– Dinas Perdagangan memperingatkan pelaku usaha untuk tidak memanipulasi label kualitas.
– Beberapa pelaku telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Himbauan untuk Masyarakat:
Masyarakat diimbau untuk lebih jeli saat membeli beras, memeriksa label kemasan, serta membeli dari sumber terpercaya. Pemerintah juga mendorong pelaporan aktif jika ditemukan indikasi kecurangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



