34.6 C
Jakarta
Kamis, Mei 30, 2024

Keberadaan Harimau Jawa di Sukabumi

armedia.news | Sukabumi – Harimau Jawa dinyatakan punah sejak puluhan tahun silam. Namun berkat sehelai rambut yang diduga milik hewan buas itu, dia dipercaya masih ada di alam bebas.

Sebuah jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Cambridge University Press, mengungkap sebuah temuan mengejutkan tentang eksistensi Harimau Jawa di Sukabumi.

Dalam artikel bertajuk “Is the Javan tiger Panthera tigris sondaica extant? DNA analysis of a recent hair sample (Apakah Harimau Jawa Panthera tigris sondaica masih ada? Analisis DNA dari sampel rambut terbaru)” tersebut,
tim dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yaitu Wirdateti dan Yulianto, Bambang Adriyanto dari BKSDA dan Kalih Raksasewu meyakini Harimau Jawa masih eksis di habitatnya.

Tim peneliti melakukan pengamatan pada tahun 2019 terhadap seekor harimau Jawa di perkebunan masyarakat dekat desa Cipendeuy di hutan Sukabumi Selatan, Jawa Barat dan berhasil menemukan sehelai rambut harimau di pagar di pagar bambu dekatnya.

Baca juga :  Cara Flush DNS di Windows, Linux, Mac & Chrome

Pencocokan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) kemudian dilakukan terhadap sampel tersebut, sebagai penyandingnya tim menggunakan sampe bulu harimau Jawa yang berada di Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor.

Sampel museum itu dikumpulkan pada tahun 1930 silam, beberapa spesimen diambil termasuk dari subspesies harimau dan macan tutul jawa yang digunakan sebagai kontrol.

Masih dari artikel penelitian tersebut, pohon filogenetik atau pohon evolusi menunjukkan, sampel bulu harimau Jawa yang diduga termasuk dalam kelompok yang sama dengan spesimen harimau Jawa yang ada di museum, namun berbeda dengan subspesies harimau lain dan macan tutul Jawa.

Tim peneliti juga mencatat, terkait apakah harimau Jawa masih ada di alam liar perlu dikonfirmasi melalui studi genetik dan lapangan lebih lanjut.

Selain penelitian secara genetik, tim juga mengungkap wawancara mendalam dengan Ripi Yanur Fajar (warga setempat dan aktivis konservasi) melaporkan melihat seekor harimau Jawa di perkebunan masyarakat dekat Desa Cipendeuy di hutan Sukabumi Selatan, Jawa Barat.

Baca juga :  Daftar Aplikasi Wajib Jika Anda Ingin Mudik Lebaran Agar Tidak Terjebak Macet
“Hal ini dilaporkan kepada KR yang mengunjungi lokasi tersebut pada tanggal 27 Agustus 2019. Ia menemukan sehelai rambut, yang kemungkinan merupakan bulu harimau, di pagar tempat seekor hewan tampaknya melompat di antara jalan desa dan perkebunan (Gbr. 1). Ia dan Bambang Adryanto (seorang pegawai Departemen Penelitian dan Pengembangan Kehutanan setempat) kemudian menemukan jejak kaki dan bekas cakar yang mungkin milik harimau, yang berpotensi menguatkan pengamatan tersebut,” tulis artikel tersebut, dikutip detikJabar, Jumat (22/3/2024).

“Berdasarkan wawancara mendalam kami dengan Ripi Yanur Fajar yang melihat harimau tersebut, kami yakin bulu tersebut berasal dari harimau jawa. Wawancara dilakukan saat survei pada 15-19 Juni 2022 di lokasi ditemukannya rambut tersebut,” sambung artikel itu.

Baca juga :  Ular Piton Bisa Jadi Pengganti Daging

Sebelumnya diberitakan, pada Kamis 16 Juni 2022 hasil penelitian terhadap sampel bulu yang diduga harimau Jawa yang dilihat warga di wilayah Kecamatan Surade dilakukan oleh pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Diketahui, BKSDA Jawa Barat sebelumnya menyerahkan hasil sampel tersebut usai melakukan pengecekan lapangan dan bertemu dengan saksi pada awal tahun 2022. Penampakan spesies diduga Harimau Jawa itu sendiri dilihat warga pada tahun 2019.

“Harapan kami bisa segera diungkap ya, hasil dari penelitian sampel tersebut. Agar kami yang di sini tidak bertanya-tanya, agar ada upaya-upaya juga apa yang bisa kami lakukan disini kalau memang benar itu adalah harimau Jawa yang dilihat warga kami,” kata Kades Cipeundeuy, Kecamatan Surade Bakang Anwar As’adi, Kamis (16/5/2022).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Berita Populer

Eksplorasi konten lain dari ArMedia Published

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca