Home / Berita Utama / Daerah / JATENG / Pendhopo Bersejarah di Sragen Ambruk Saat Renovasi, Warga Kaitkan dengan Mitos Mangkubumi

Pendhopo Bersejarah di Sragen Ambruk Saat Renovasi, Warga Kaitkan dengan Mitos Mangkubumi

armedia.news | Sragen — Sebuah pendhopo tua yang menjadi simbol berdirinya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ambruk saat proses renovasi di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran, pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 15.45 WIB. Kejadian ini memicu kembali perbincangan seputar mitos lokal yang selama ini menyelimuti bangunan tersebut.

Pendhopo tersebut dikenal sebagai petilasan Pangeran Mangkubumi, atau Sri Sultan Hamengku Buwono I, yang pernah singgah di wilayah itu saat memimpin perlawanan terhadap VOC Belanda pada tahun 1746. Menurut Suhardi, mantan Kepala Desa Krikilan periode 1993–2001, Mangkubumi sempat berikrar membentuk pemerintahan pemberontakan di Dukuh Pandak, Karangnongko. Ia juga menyebut bahwa selama perjuangan di Sragen, sang pangeran mengalami berbagai kejadian tak biasa, termasuk saat dijamu warga dengan legen dan palawijo yang secara ajaib cukup untuk ratusan prajurit.

Bangunan pendhopo ini telah mengalami tiga kali renovasi sejak dipindahkan dari lokasi asalnya pada tahun 1994. Renovasi pertama menggunakan genting kayu, kemudian diganti dengan seng, dan terakhir dilakukan perbaikan yang justru berujung pada keruntuhan. Suhardi menduga bahwa selain faktor teknis, ada unsur mitos yang turut berperan. “Antara mitos dan teknik, secara nalar pekerjaannya kurang teliti,” ujarnya.

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sragen juga menyoroti penggunaan material lama yang masih dipertahankan dalam renovasi terakhir. Menurut ketuanya, Anjarwati Sri Sayekti, kayu penyangga lama yang secara visual tampak kuat ternyata tidak mampu menahan beban atap baru. Ia memastikan bahwa ke depan, seluruh material akan diganti dengan bahan yang sesuai dengan kekuatan struktur dan konsep bangunan.

Warga setempat meyakini bahwa pendhopo tersebut “tidak mau” diberi atap genting tanah liat, sebuah kepercayaan yang telah lama berkembang dan kini kembali diperbincangkan seiring insiden ambruknya bangunan. Pemerintah daerah bersama tim ahli kini tengah mengevaluasi langkah restorasi yang lebih aman dan menghormati nilai historis serta kearifan lokal yang melekat pada situs tersebut.

Baca juga :  Setelah Jawa Barat, Kini Jawa Tengah Luncurkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga :  Tol Jogja–Bawen Siap Tersambung: Exit Tol Bawen Dipindah, Akses Wisata dan Mobilitas Meningkat

Tag:

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler