armedia.news | Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menggodok dua inisiatif strategis dalam sektor transportasi rel: layanan cepat Kilat Pajajaran dan revitalisasi jalur wisata Jaka Lalana. Kedua program ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas warga sekaligus memperkuat distribusi logistik dan potensi pariwisata.
Kilat Pajajaran dirancang untuk memangkas waktu tempuh Jakarta–Bandung menjadi hanya 1,5 jam melalui jalur konvensional. Wakil Direktur Utama PT KAI, Dody Budiawan, menyatakan bahwa proyek ini masih dalam tahap studi menyeluruh. “Baru MoU, masih banyak yang harus dikaji. Apalagi kalau pakai trek lama seperti Parahyangan, itu kompleks,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Bandung, Selasa (2/1/2025).
Pemprov Jabar juga mengusulkan perluasan rute hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam via Bandung. Namun, KAI menegaskan bahwa semua rencana perlu menunggu hasil studi teknis sebelum bisa dipastikan.
Selain percepatan mobilitas, kolaborasi ini juga mencakup penyediaan gerbong logistik khusus untuk sektor pertanian. Langkah ini bertujuan menekan biaya distribusi pangan yang selama ini terkendala oleh mahalnya ongkos angkut darat.
Tak kalah menarik, jalur wisata Jaka Lalana yang melintasi rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur akan dihidupkan kembali. Jalur ini dinilai memiliki nilai sejarah tinggi dan potensi pariwisata besar. Pemerintah berharap revitalisasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan budaya dan lanskap alam Jawa Barat kepada wisatawan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN transportasi, Jawa Barat menatap masa depan perkeretaapian yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



