Home / Berita Utama / Daerah / Seleksi Tulis Pegawai BLUD Non-ASN RSUD Kota Banjar Resmi Dibuka, Fokus Rekrutmen 2026 dan Poli Jantung

Seleksi Tulis Pegawai BLUD Non-ASN RSUD Kota Banjar Resmi Dibuka, Fokus Rekrutmen 2026 dan Poli Jantung

BANJAR,— Pemerintah Kota Banjar terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui pembenahan menyeluruh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Banjar. Fokus utama perbaikan mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui rekrutmen pegawai BLUD Non-ASN serta penanganan kepadatan layanan, khususnya di Poli Jantung.

Komitmen tersebut ditandai dengan dimulainya proses seleksi Pegawai BLUD Non-ASN Tahun Anggaran 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Sekda, Asda I, Asda III, Irda, serta Direktur BLUD RSUD Kota Banjar beserta jajaran manajemen bertempat di SMK Negeri 2 Banjar. Pembukaan dilakukan secara simbolis melalui pembunyian bel sebagai tanda dimulainya tes tulis bagi para peserta.

Berdasarkan data panitia, dari sekitar 1.150 pendaftar, sebanyak 636 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Tingginya minat masyarakat dinilai mencerminkan kepercayaan publik terhadap RSUD Kota Banjar sebagai institusi layanan kesehatan rujukan, Senin 29/06/26 .

Dalam arahannya, Wali Kota Banjar Ir . H . Sudarsono menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen harus berjalan transparan, objektif, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Ia memastikan hanya peserta dengan kompetensi, integritas, dan kelayakan terbaik yang akan terpilih.

Proses seleksi ini harus jujur dan akuntabel. Kami ingin memastikan bahwa yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan dedikasi tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca juga :  DLH Purwakarta Diduga Lemah Syahwat Terhadap Pengusaha Limbah Batubara Masih Beroperasi Alias Kebal Hukum

Ia juga menekankan pentingnya peran strategis RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dituntut adaptif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Oleh karena itu, diperlukan SDM yang profesional, disiplin, dan memiliki komitmen kuat terhadap pelayanan publik.

Wali Kota Sudarsono mengungkapkan bahwa keterbatasan dokter spesialis jantung menjadi faktor utama kepadatan tersebut. Saat ini, RSUD Kota Banjar baru memiliki satu dokter spesialis jantung dan satu tenaga medis untuk tindakan intervensi.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Banjar berencana memberikan beasiswa kepada dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui program PPDS.

Kebutuhan dokter spesialis jantung sangat mendesak. Ke depan, kami akan mendorong pembiayaan pendidikan spesialis agar kekurangan ini dapat teratasi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara untuk langkah jangka pendek, RSUD Kota Banjar telah menghadirkan inovasi layanan farmasi berupa sistem pengantaran obat ke rumah pasien. Melalui layanan ini, pasien tidak perlu lagi menunggu lama di rumah sakit untuk mengambil obat.

Pasien cukup menunggu di rumah, dan obat akan diantar melalui layanan pos. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengurai antrean,” tambahnya.

Direktur RSUD Kota Banjar drg. Eka Lina Liandari, M.MRS, melalui Wadir Umum & Keuangan Gun Gun Gumelar SKM.,M.AP. Menambahkan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggung jawabkan, pihaknya juga memberikan ruang bagi pelamar yang belum lolos untuk melakukan klarifikasi atas hasil seleksi administrasi.

Baca juga :  Distribusi Bantuan ke 4 Kabupaten di Aceh Gunakan Jalur Udara, Akses Darat Masih Terhambat

Kami menjamin seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama. Proses ini transparan dan objektif, sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kompetensi masing-masing pelamar,” ujarnya.

Tahapan seleksi selanjutnya meliputi tes tertulis dan wawancara, dengan kebutuhan formasi mencakup tenaga strategis seperti perawat dan apoteker. Rekrutmen ini diharapkan mampu memperkuat kinerja layanan RSUD seiring dengan kondisi keuangan rumah sakit yang semakin stabil.

Di sisi lain, pembenahan juga difokuskan pada penanganan antrean panjang di Poli Jantung yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Pasien dari Kota Banjar dan wilayah sekitarnya, seperti Ciamis dan Pangandaran, kerap harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan pelayanan,’ pungkasnya .

Selain itu, Pemerintah Kota Banjar juga menargetkan pengadaan lahan baru pada tahun 2027 guna memperluas area rumah sakit dan meningkatkan fasilitas penunjang. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan penguatan SDM, inovasi layanan, serta rencana pengembangan infrastruktur, RSUD Kota Banjar diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan Balasan

Berita Terpopuler